Segera Diperbaiki, Angkutan Material Dilarang Melintas Jalan Manjungan Ngawen

Segera Diperbaiki, Angkutan Material Dilarang Melintas Jalan Manjungan Ngawen
  Jalan menuju Desa Manjungan dan proyek jalan tol Jogja-Solo di Desa Manjungan ditutup sementara untuk truk pengangkut material proyek jalan tol. Akibat penutupan itu, mobilitas truk dialihkan melalui jalur yang lain. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN--Jalan Manjungan Kecamatan Ngawen Kabupaten Klaten yang kondisinya rusak berat akibat dilalui angkutan material proyek jalan tol Jogja-Solo, akhirnya ditutup sementara. Penutupan itu dilakukan karena pihak PT JMJ (Jasa Marga Jogja) dan PT Adhi Karya selaku pelaksana akan memperbaiki jalan tersebut.

Akibat penutupan ruas jalan kabupaten itu, angkutan material proyek jalan tol Jogja-Solo di wilayah tersebut terpaksa dialihkan melalui jalur lain.

Informasi yang dihimpun dari warga sekitar menyebutkan, sebenarnya penutupan jalan tersebut sudah pernah dilakukan pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) beberapa waktu lalu. Namun, setelah itu truk pengangkut material kembali beroperasi melintas jalan tersebut.

Sudah pernah ditutup dan di pertigaan timur Umbul Susuhan juga dipasang rambu. Tapi itu hanya sementara saja karena beberapa hari kemudian sudah boleh dilalui lagi, kata warga, Senin (22/1/2024) siang.

Senada dikemukakan Kepala Desa Manjungan, Dunung Nugraha. Melalui pesan singkat WhatsApp, dia membenarkan kalau Jalan Manjungan dalam persiapan perbaikan.

Sumber di Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kabupaten Klaten juga membenarkan jika Jalan Manjungan ditutup sementara karena persiapan perbaikan.

Seperti diberitakan beberapa kali, Jalan Manjungan merupakan jalan kabupaten yang kondisinya rusak berat akibat dilalui truk muatan material proyek jalan tol Jogja-Solo. Tingginya mobilitas truk tidak hanya merusak badan jalan, tapi juga menghancurkan talud irigasi yang ada di kanan kirinya.

Pemerintah Desa Manjungan, warga setempat dan pengguna jalan yang melintas mengeluhkan kondisi infrastruktur yang rusak. Sebab, jika hujan turun kondisi jalan berlumpur, licin bahkan berpotensi menimbulkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. (*)