Minggu, 01 Agu 2021,


sebentar-lagi-indonesia-mengalami-krisis-petaniKepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi didampingi Bupati Sleman, Hj Kustini Sri Purnomo saat membuka The 2nd Millenial Indonesia Agropreneur. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Sebentar Lagi, Indonesia Mengalami Krisis Petani

SHARE

KORANBERNAS ID, YOGYAKARTA -- Sepuluh tahun ke depan, bangsa Indonesia akan mengalami krisis petani. Oleh karena itu, regenerasi petani harus dilakukan secepatnya.


"Saat ini 70 persen petani di negara kita berusia lebih dari 40 tahun. Sepuluh tahun ke depan tentu menjadi kurang produktif," papar Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi dalam The 2nd Millenial Indonesia Agropreneur di Plaza Ambarrukmo, Sabtu (12/06/2021).


Oleh karena itu, lanjut Dedi, regenerasi petani ke petani muda atau millenial itu mutlak dilakukan. Pada saat yang sama, kita juga harus melakukan transformasi dari petani yang memiliki pola pikir tanam, petik, jual, ke petani yang menghasilkan, yaitu pertanian agrobisnis.

Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan program-program agar tercipta para milenial agropreneur di seluruh pelosok tanah air. Satu di antaranya adalah dengan menggelar Millennial Indonesian Agropreneur (MIA) yang telah dilaksanakan kedua kali di Yogyakarta.


Bertema 'Millennial Agropreneur; Penghela Agroeduwisata dan Ekonomi Kreatif', pihaknya akan menghimpun para anak muda yang melaksanakan wirausaha di sektor pertanian, untuk kemudian dilakukan pendampingan.

"Kenapa harus petani millenial, karena petani millenial itu cerdas, petani millenial itu adaptif terhadap inovasi teknologi dan memiliki semangat yang luar biasa, serta memiliki adrenalin terhadap pembangunan pertanian," lanjutnya.

Ke depan pembangunan pertanian harus menjadi milik anak-anak muda Indonesia. Tidak mungkin pembangunan pertanian itu dibebankan kepada orang tua. "Mulai saat ini dan ke depan pembangunan pertanian harus ada di tangan anak-anak muda," tegasnya.

Sementara, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, generasi milenial diharapkan menjadi agen perubahan untuk mengubah tradisi among tani yang semula bersifat tradisional dan statis menjadi industri berbudaya maju dan modern.

"Petani milenial diharapkan menjadi seorang agropreneur atau petani wirausaha," kata Sultan.

Menurut Sultan Hamengku Buwono X, dengan turunnya generasi muda ke sektor pertanian, secara langsung akan membuat pertanian masa depan lebih kuat. Tandanya, tercipta efisiensi dan efektivitas di sektor agrobisnis. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini