SD Muhammadiyah Sapen Siapkan Lapangan Khusus Sepak Bola Putri Usai Sabet Gelar "Best Player" MLSC Seri 2

SD Muhammadiyah Sapen siapkan lapangan khusus sepak bola putri pada Juli 2026

SD Muhammadiyah Sapen Siapkan Lapangan Khusus Sepak Bola Putri Usai Sabet Gelar "Best Player" MLSC Seri 2
Pelatih sepak bola SD Muhammadiyah Sapen Didi Sutanto dan anak asuhnya Shima Putri Larasati. (warjono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN--SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta semakin mengukuhkan diri sebagai kiblat pembinaan sepak bola putri usia dini. Tak puas hanya dengan memborong trofi, sekolah ini, dikabarkan tengah melakukan terobosan besar dengan menyiapkan fasilitas lapangan eksklusif demi mencetak talenta-talenta "srikandi lapangan hijau" masa depan.

Komitmen ini dibuktikan dengan rencana peluncuran lapangan baru di SD Muhammadiyah Sapen Universal School (depan UNY/UMJ Ring Road Gamping) pada Juli 2026 mendatang. Fasilitas ini didedikasikan khusus sebagai pusat latihan tim sepak bola putri sekolah tersebut.

Pelatih sepak bola SD Muhammadiyah Sapen, Didi Sutanto, mengungkapkan bahwa keberadaan lapangan mandiri merupakan kunci agar pembinaan lebih terukur dan berkelanjutan. Saat ini, minat siswi terhadap sepak bola sangat tinggi. Tercatat sebanyak 87 anak aktif mengikuti ekstrakurikuler ini.

“Insya Allah, fasilitas baru ini akan membuat pembinaan kami lebih terarah. Kami ingin setiap langkah perkembangan anak-anak terdokumentasi dan terukur dengan baik,” ujar Didi. Prestasi ini juga tidak lepas dari dukungan ekosistem olahraga yang luas, termasuk kolaborasi dengan MilkLife Foundation dan Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Shima Putri Larasati: Bintang Baru "Best Player" KU-12

Keberhasilan sekolah dalam membina mental juara tercermin pada sosok Shima Putri Larasati. Shima baru saja dinobatkan sebagai Best Player Kelompok Umur (KU) 12 dalam ajang MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 2.

Meski sempat merasa grogi menghadapi juara bertahan SD Muhammadiyah Karangploso di partai final, dukungan keluarga menjadi "bahan bakar" Shima untuk tampil menggila. "Orang tua bilang jangan takut. Saya berdoa dan fokus memberikan yang terbaik untuk teman-teman, terutama kakak kelas yang tahun depan sudah tidak bisa ikut lagi," tutur Shima dengan bangga.

Gelar pemain terbaik ini, menurut Shima, adalah kado bagi seluruh tim yang telah bekerja sama solid di lapangan. Baginya, kemenangan ini hanyalah awal dari mimpi yang lebih besar: bermain di level profesional. (*)