SBY Kunjungi Purworejo Mengenang Perjuangan Jenderal Sarwo Edhie Wibowo
Masyarakat Purworejo patut bangga karena daerah ini melahirkan tokoh besar Jenderal Sarwo Edhie Wibowo, Jenderal Ahmad Yani serta Wage Rudolf Supratman.
KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan kunjungan ke Kabupaten Purworejo Jawa Tengah, Selasa (9/12/2025). Kunjungan Presiden ke-6 Republik Indonesia tersebut untuk ziarah ke makam mertuanya, Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo di Ngupasan, Kelurahan Pangenjurutengah Purworejo.
SBY terlihat didampingi elite Partai Demokrat Andi Mallarangeng dan motivator Merry Riana beserta rombongan. Sarwo Edhie merupakan ayahanda dari almarhumah Ani Yudhoyono yang baru saja dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2025.
SBY membeberkan, Sarwo Edhie meninggal dunia pada 9 November 1989 di Jakarta dan dimakamkan di makam keluarga di Purworejo pada 10 November 1989.
Di pusara sang ayah mertua, SBY mengenang kiprah dan perjuangan Jenderal Sarwo Edhie yang disebutnya sebagai prajurit sejati dan sosok yang sangat dihormati di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.
Yang terbaik
“Saya masih ingat, kepergian almarhum cukup mengejutkan karena saat itu usia beliau masih tergolong muda. Tentu keluarga sangat syok, tapi kami menerima takdir dan meyakini bahwa itu yang terbaik,” ujar SBY disambut Yophi Prabowo selaku Ketua DPC Partai Demokrat Purworejo.
SBY menjelaskan, Jenderal Sarwo Edhie adalah figur prajurit dan pejuang dengan perpaduan karakter yang lengkap. Dia terlibat dalam berbagai operasi dan gerilya penting, termasuk Palagan Ambarawa, yang berperan besar dalam upaya diplomasi internasional sebelum Indonesia diakui sebagai negara berdaulat.
“Ketika itu Indonesia bahkan dianggap telah bubar. Namun, setelah ABRI melakukan gerilya di Ambarawa, dunia kembali melihat perjuangan kita. Pada 1949, Indonesia akhirnya diakui sebagai negara,” jelas SBY.
Selain itu, Sarwo Edhie juga banyak berdinas di korps baret merah dan terlibat dalam berbagai operasi besar seperti Trikora dan Dwikora. Dalam dunia pendidikan militer, dia berjasa melakukan modernisasi saat menjabat sebagai Gubernur Akabri.
Menjaga pertahanan
SBY juga menyinggung peran Sarwo Edhie saat menjabat Pangdam Cenderawasih, terutama ketika Papua melaksanakan jajak pendapat yang diawasi PBB.
“Tugas beliau saat itu sangat berat untuk menjaga pertahanan dan stabilitas keamanan. Alhamdulillah, semua berjalan baik sesuai harapan rakyat Indonesia,” ujarnya.
Menurut SBY, masyarakat Purworejo patut bangga karena daerah ini melahirkan sejumlah tokoh besar, termasuk Jenderal Sarwo Edhie Wibowo, Jenderal Ahmad Yani serta Wage Rudolf Supratman pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Momentum penganugerahan gelar pahlawan nasional pada 10 November 2025 menjadi kebahagiaan besar bagi keluarga besar Sarwo Edhie. “Ketulusan beliau banyak dikenal di kalangan prajurit TNI. Beliau juga merupakan sahabat baik Jenderal Ahmad Yani,” kata SBY.
Menjaga rahasia
SBY juga mengenang sosok Ageng Sunarti Sri Hadiyah, istri dari Sarwo Edhie, yang memiliki keberanian luar biasa ketika mendampingi suaminya di masa gerilya.
“Bu Ageng pernah diinterogasi tentara Belanda, tetapi beliau teguh menjaga rahasia keberadaan Jenderal Sarwo Edhie. Itu bentuk heroisme yang sangat penting dalam sejarah perjuangan di Jawa Tengah,” tambahnya.
SBY mengatakan banyak mutiara dari almarhum Sarwo Edhie di antaranya prajurit harus rela berkorban untuk bangsa dan negara. (*)
Wahyu Nur Asmani EW
