Satpol PP Tertibkan PKL yang Kembali Berjualan di Jalan Bali

Satpol PP Tertibkan PKL yang Kembali Berjualan di Jalan Bali

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar di sepanjang Jalan Bali, Klaten, ditertibkan petugas Satpol PP Pemkab Klaten, Kamis (28/5/2020) pagi. Para PKL itu ditertibkan karena melanggar Perda K3 (Kebersihan, Kenyamanan dan Keindahan).

Warto, salah seorang pedagang yang ditertibkan, mengatakan dirinya berjualan soto di Jalan Bali karena belum mendapat tempat di kompleks pasar buah di Jalan Andalas, Sungkur.

"Saya tahu tidak boleh berjualan di sini karena pedagang di sini sudah dipindah ke Sungkur. Tapi saya kan belum dapat tempat di sana. Jadinya saya tetap berjualan di sini (Jalan Bali)," kata Warto saat ditemui di Jalan Bali.

Karena tetap berjualan di Jalan Bali, sejumlah barang miliknya terpaksa diangkut petugas dan dibawa ke Kantor Satpol PP. Sedangkan gerobak miliknya didorong dan dititipkan di sekitar Jalan Bali.

Ketua Paguyuban PKL Jalan Bali, Waluyo, menjelaskan pada dasarnya sesuai aturan yang berlaku, para PKL boleh berjualan di atas trotoar di sepanjang Jalan Bali setelah pukul 15:00 hingga 05.00 WIB. Namun setelah rentang waktu itu,  dilarang berjualan dan harus membongkar tenda serta gerobak tempat berjualan. Namun yang terjadi di lapangan tidak sedikit pedagang yang masih tetap berjualan hingga akhirnya dirazia petugas.

"Anggota kami ada 140 orang dan semua sudah kami sosialisasikan agar taat aturan. Tapi kejadian ini tadi ada tenaga yang tidak memindahkan gerobak pedagang. Akhirnya ditertibkan dan ada yang diangkut petugas ke atas mobil," ujar Waluyo.

Kawasan Jalan Bali, tepatnya di sebelah Kantor Pegadaian, beberapa waktu lalu memang jadi tempat berjualan pedagang buah, pakaian dan makanan. Namun sekitar 2 tahun lalu kawasan itu ditutup untuk PKL dan pedagang dipindah ke pasar buah di Jalan Andalas Sungkur.

Meski telah dipindah, namun banyak pedagang yang mengaku sepi berjualan di pasar buah Jalan Andalas Sungkur hingga akhirnya memilih kembali berjualan di sepanjang Jalan Bali. (eru)