Sang Penjaga Arus Mudik Berpulang saat Bertugas
Kanitlantas Polsek Gedongtengen itu mengembuskan nafas terakhirnya.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Matahari tepat berada di puncaknya, Rabu (25/3/2026), saat arus lalu lintas di kawasan Tugu Yogyakarta sedang padat-padatnya. Di tengah hiruk-pikuk pengendara yang ingin segera sampai di tujuan, Iptu Nur Alim SH masih berdiri tegak.
Sebagai Kepala Pos Pengamanan (Kapospam) Operasi Ketupat Progo 2026, dia adalah komandan yang memastikan setiap roda kendaraan berputar lancar di titik ikonik kebanggaan warga Jogja itu.
Namun, tubuh manusia memiliki batasnya. Tepat pukul 11:40, dedikasi tanpa henti itu mencapai titik nadir. Iptu Nur Alim terjatuh, pingsan di sisi utara pos pengamanan yang dia pimpin.
Meski tim medis di RS Bethesda telah berjuang sekuat tenaga, sang Kanitlantas Polsek Gedongtengen itu mengembuskan nafas terakhirnya. Tubuhnya menyerah pada kelelahan ekstrem setelah berhari-hari berjaga demi kenyamanan orang lain.
Pengabdian
Kematian Iptu Nur Alim seolah menjadi pengingat pahit di balik setiap kelancaran perjalanan mudik lebaran yang nikmat. Di saat jutaan orang bergegas pulang untuk memeluk keluarga, ada sosok-sosok yang memilih tetap di aspal panas, memastikan jalanan tidak tertahan.
Nur Alim tidak sendirian dalam pengabdian sunyi ini. Di Jakarta, Brigadir Fajar Permana juga berpulang karena kelelahan, disusul Bripka Septian Eko di Pekalongan dan Aiptu Apendra di Riau.
Mereka adalah para "pahlawan sang penjaga arus mudik" yang memberikan segalanya, termasuk nafas terakhir agar Idul Fitri 1447 H tetap berjalan damai.
"Beliau memimpin pengamanan selama 24 jam. Ini adalah bentuk dedikasi tertinggi seorang prajurit Bhayangkara," ujar Ipda R Anton Budi, Kasi Humas Polresta Yogyakarta.
Kenaikan pangkat
Sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian yang melampaui tugas, Polri memberikan penghargaan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta. Namun, bagi warga Yogyakarta, jasa almarhum Iptu Nur Alim akan selalu dikenang setiap kali mereka melintasi Tugu Pal Putih.
Sore ini, tepat pukul 16:30, jenazahnya dihantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya di Banguntapan. Jalanan Jogja mungkin tetap ramai oleh wisatawan saat arus balik nanti.
Namun ada satu kehadiran yang akan selalu dirindukan di sudut perempatan Tugu Jogja, Nur alim sosok tegas yang memastikan semua orang bisa pulang, meski dia sendiri tak sempat sampai ke rumahnya sendiri. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
