Sahabat Sawung Jabo Beri Kesaksian 50 Tahun Sirkus Barock
Jabo bukan sekadar musisi atau pemain teater. Dia adalah kreator dan legenda hidup.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Konser Kesaksian Jalanan menjadi momen sakral bagi para sahabat Sawung Jabo untuk merayakan perjalanan panjang Sirkus Barock yang hampir genap berusia 50 tahun.
Di panggung Taman Budaya Giwangan dengan suasana hangat, sahabat dekat Jabo mendapatkan ruang seluas-luasnya untuk bercerita, mengenang dan mengungkap rasa kagum.
Nasirun, seniman yang pernah berkolaborasi dengan Jabo, mengenang pertemuan pertamanya bersama Jabo dalam sebuah pameran lukisan di Yogyakarta. Di sana dia pertama kali berjumpa dengan Jabo yang spontan meminta sebuah lukisan kecil.
“Lukisanmu tak minta oleh ra? Tak jual untuk ndandani mobil,” kenangnya, menggambarkan selera humor Jabo yang khas, jenaka, spontan dan apa adanya.
Beri kesaksian
"Sirkus Barock sangat wingit bagi saya," tambahnya.
Ong Hari Wahyu selaku perupa sekaligus desainer kenamaan memberikan kesaksian tentang Jabo yang sangat merakyat. Ong mengingat perjalanan Jabo dari panggung jalanan hingga pentas besar selalu tampil dengan warna merah.
"Di mana-mana selalu warna merah," terangnya.
Dia menyebut Jabo sebagai “pemberani” dan tidak memilih-milih tempat untuk pentas. Sawung Jabo pernah pentas di kampung, sawah, kebun dan lokasi yang jauh dari kota besar. Sikap itu menunjukkan betapa Jabo menolak elitisme seni dan memilih berbagi karya dengan siapa pun.
Sedang gawat
Seniman teater dan pertunjukan performatif, Landung Simatupang, mengungkapkan energi petualangan Jabo yaitu mencari tempat yang sedang gawat-gawatnya untuk bermusik di sana.
Landung menceritakan perjalanan musik mereka bersama ke wilayah konflik seperti Aceh saat GAM memanas atau ke Jember pada masa isu ninja. “Tidak semua seniman berani melakukannya. Tapi Jabo datang untuk bermusik dan menghidupkan ruang yang gelap itu," katanya.
Selain kesaksian ini, sejumlah sahabat lama lain juga naik ke panggung, dari era kuliah di ASRI hingga AMI, dari penampilan penuh warna dengan kostum merah, hingga refleksi tentang warisan budaya yang Jabo bangun bersama Sirkus Barock.
Mereka menggarisbawahi bahwa Jabo bukan sekadar musisi atau pemain teater. Dia adalah kreator, legenda hidup dan figur yang menghadirkan seni sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Tanpa sekat
Format konser Kesaksian Jalanan menjadi medium sempurna untuk menghadirkan semua ini. Panggung tanpa sekat, improvisasi musikal dan dialog tulus antara Jabo dan sahabat-sahabatnya.
Dengan format akustik penuh kehangatan, Kesaksian Jalanan menjadi simbol bahwa warisan budaya yang dibangun Jabo dan kawan-kawan tetap relevan, terus hidup dan merangkul generasi berikut. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
