rumahnya-diperbaiki-mbah-supatmi-terharuBupati Bantul, Drs H Suharsono, meninjau rumah tidak layak huni milih Mbah Supatmi (70 tahun) Dusun Jati, Desa Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kamis (24/9/2020) sore. (sari wijaya/koranbernas.id)


Sari Wijaya

Rumahnya Diperbaiki, Mbah Supatmi Terharu


SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Berkali-kali tangan keriput Mbah Supatmi (70 tahun) mengusap wajahnya sambil mengucap syukur. Janda tersebut merasa sangat terharu menerima kedatangan Bupati Bantul, Drs H Suharsono, di rumahnya di Jati, Desa Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kamis (24/9/2020) sore.

Kedatangan orang nomor satu di Bantul tersebut guna mengecek  secara langsung kondisi Mbah Supatmi yang menerima program rehap Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari pemerintah senilai Rp 17,5 juta.

Mbah Supatmi adalah satu dari 41 penerima yang sore kemarin mendapat bantuan dan diserahan langsung bupati didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman, Bobot Ariffi’Aidin ST MT, Camat Pleret Indrianto SIP, dan lurah se Kecamatan Pleret.

“Nanti bantuan digunakan untuk memperbaiki rumah nggih. Sing rusak dibenahi, bahaya nek rumah tidak kokoh,” kata Bupati.

Tidak hanya memberikan pesan, namun bupati juga secara pribadi memberikan bantuan gawangan pintu sebanyak lima buah untuk pembagunan rumah dan juga kloset karena rumah ini memang belum ada MCK-nya. Di tempat kunjungan satunya di Ketonggo, Pleret, bupati membantu semen 10 sak juga dari kantong pribadi.

“Nggo tambah-tambah mbangun omah. Mugo-mugo gek ndang apik, dan kokoh. Juga akan lebih layak rumah yang dibedah. Lebih nyaman buat istirahat,” kata Bupati.

Mendapat bantuan tersebut Mbah Supatmi berkali-kali mengucap syukur. Sebab rumah gedhek (anyaman bambu,red) yang ditempati dirinya dan anak satu-satunya tersebut memang kondisinya butuh diperbaiki. Terlihat beberapa tempat sudah berlobang dan penyangganya keropos.

“Maturnuwun sanget bantuanipun. Mugi-mugi niki dados amal kesaenan bapak. Mugi-mugi tangsah diparingi sehat, panjang yuswo,” kata Mbah Supatmi kepada bupati.

Sementara Bobot dalam laporanya mengatakan, besarnya RTLH adalah Rp 17,5 juta disalurkan langsung ke rekening atas nama penerima. Total tahun ini ada 286 unit yang bersumber dana APBN lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) ada 136 unit dan 149 unit dari APBD murni.

“Bantuan RTLH ini tersebar di seluruh Kabupaten Bantul,” katanya.

Anggaran ini digunakan untuk membenahi rumah penerima yang kondisinya memang sangat memprihatinkan agar layak huni. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini