Refleksi Awal Tahun, Stipram Serukan Kerja Nyata di Kancah Global
Selain memohon kepada Allah SWT, kita harus melakukan sesuatu.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Yogyakarta menegaskan komitmennya tidak sekadar menggantungkan nasib pada harapan melainkan pada kerja nyata.
Hal ini menjadi pesan kunci dalam acara Old and New Year bertajuk New Spirit 2026 yang digelar di Ayodya Hall STIPRAM, Sabtu (17/1/2026). Acara yang dihadiri oleh sivitas akademika dan mitra relasi ini menjadi momentum strategis bagi kampus pariwisata tersebut, sebagai refleksi awal tahun untuk merespons dinamika tahun 2026.
Ketua STIPRAM, Suhendroyono, dalam pidato pembukaannya menyoroti kondisi bangsa Indonesia saat ini yang dinilainya cukup memprihatinkan. Dia mengkritik mentalitas yang hanya berhenti pada level harapan tanpa eksekusi.
"Kita hanya tumbuh mengharap tidak ada lagi masalah yang terjadi. Semua yang hadir di sini pasti hanya berharap. Namun, tidak ada harapan memperbaiki (keadaan) tanpa mengerjakan," kata Suhendroyono.
Memegang prinsip
Dia menyatakan, meskipun STIPRAM memegang prinsip untuk tidak mencampurkan urusan politik, kontribusi nyata bagi perbaikan keadaan tetap harus dilakukan.
"Marilah kita kerjakan daripada hanya mengharap. Selain memohon kepada Allah SWT, kita harus melakukan sesuatu. Walaupun tantangan dihadapi, kami menerimanya dengan senang hati dan bersyukur," tambahnya.
Seruan "kerja nyata" dari Ketua STIPRAM tersebut langsung diterjemahkan dalam bentuk prestasi konkret oleh Ketua Panitia acara sekaligus Dosen S1 Pariwisata, Rahmat A Sartono.
Rahmat mengungkapkan di tengah ketidakpastian global, STIPRAM justru mengukuhkan diri sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Yogyakarta dalam bidang kerja sama luar negeri.
Luar negeri
"Acara ini adalah wujud syukur. Di tahun 2026 ini kami merefleksikan bahwa kerja sama luar negeri kami unggul. Alhamdulillah, predikat terbaik untuk kerja sama luar negeri di area Jogja berhasil kami raih," ujar Rahmat di sela-sela acara.
Menanggapi situasi geopolitik dunia yang sedang memanas, Rahmat memastikan program internasional STIPRAM tetap stabil. Saat ini, tercatat sekitar 100 mahasiswa sedang menjalani magang kerja di berbagai negara. Jepang sebagai destinasi utama disusul Malaysia, Tiongkok, Taiwan, Spanyol dan Turki.
"Kami tidak terlalu terpengaruh oleh politik global karena kami tidak sembarangan menjalin kerja sama. Kami jajaki dulu. Jika negara tujuan sedang bermasalah, kami hold (tunda). Keamanan mahasiswa adalah prioritas," jelas Rahmat.
Dia menambahkan saat ini pihaknya sedang memperbarui kerja sama dengan Australia dan menjajaki ulang kemitraan dengan Amerika Serikat.
Karier mahasiswa
Dalam acara yang mengusung filosofi Yesterday: Learning, Today: Exercise, Tomorrow: To Hope tersebut, terungkap pula fakta menarik mengenai percepatan karier mahasiswa.
Rahmat menjelaskan mahasiswa STIPRAM sudah dapat mendaftar program magang internasional sejak semester dua.
"Kami melihat kebutuhan negara tujuan. Jika memungkinkan, mahasiswa semester dua bisa mendaftar, lalu dua atau tiga bulan kemudian berangkat. Tentunya dengan pembekalan (training) yang matang dan pendampingan penuh dari kampus," jelasnya. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
