PSI Bantul Gelar Konsolidasi, Harus Bijak dan Jangan Terprovokasi

Kader dan simpatisan PSI untuk Ndherek Dhawuh Ngarsa Dalem Sri Sultan HB X serta Ketua Umum, Kaesang Pangarep.

PSI Bantul Gelar Konsolidasi, Harus Bijak dan Jangan Terprovokasi
DPD PSI Kabupaten Bantul menggelar Konsolidasi Kader dan Visi PSI untuk Kemenangan 2029, Selasa (2/9/2025) sore, di Sop Iga dan Ingkung  Mbah Geol Jalan Sedayu. (sariyati wijaya/koranbernas.id) 

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kabupaten Bantul menggelar Konsolidasi Kader dan Visi PSI untuk Kemenangan 2029, Selasa (2/9/2025) sore, di Sop Iga dan Ingkung Mbah Geol Jalan Sedayu-Pajangan, Semampir Kalurahan Argorejo Kapanewon Sedayu.

Acara tersebut dihadiri Ketua DPW PSI DIY, Kamarudin MH, Anggota DPRD DIY dari PSI, Dr R Stephanus Handoko, Ketua DPD PSI Kabupaten Bantul, Almira serta para pengurus DPC di 17 kapanewon, kader dengan jumlah sekitar 200 orang.

“Menyikapi kondisi yang terjadi saat ini, saya berpesan kepada semua pengurus, kader dan simpatisan PSI untuk Ndherek Dhawuh Ngarsa Dalem Sri Sultan HB X serta Ketua Umum, Kaesang Pangarep. PSI juga senantiasa mendukung pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto dengan Wakil Presiden Mas Gibran,” kata Almira.

Selain itu, juga harus bijak serta tidak mudah terprovokasi yang merugikan diri sendiri ataupun masyarakat, bangsa dan negara. “Jika ada informasi yang beredar agar dipastikan benar atau hoax. Jangan terpancing, harus semua cek dan ricek serta bersikap bijak,” lanjut Almira.

Ketua DPD PSI Kabupaten Bantul, Almira. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

Pada sisi lain, Almira mengatakan konsolidasi kali ini dalam rangka mengadakan pendidikan politik dan untuk menghadapi situasi. “Bagaimana nantinya bisa aman juga damai, tentram, ayem, tentrem, rejomulyo, riang gembira. Kami berharap nanti kita menuju ke 2029 dan 2030 bagaimana pencapaian PSI yang kemarin sudah naik beberapa persen dari tahun sebelumnya. Harapan kami nanti masing-masing dapil melahirkan minimal satu dewan,” katanya.

Bantul memiliki 6 Daerah Pemilihan (Dapil). Kamarudin mengatakan, setelah kongres PSI bulan Juli silam Jokowi menyatakan akan mati-matian memenangkan PSI tahun 2029.

“Artinya Bapak Jokowi merupakan bagian dari PSI. Hasil Kongres PSI di Solo pada bulan Juli menetapkan Ketua Umum Kaesang Pangarep sebagai ketua umum. Beliau akan memimpin PSI sampai tahun 2030. Artinya juga pada tahun 2029 kita akan sama-sama Pak Jokowi dan Mas Kaesang untuk memperjuangkan kemenangan kita,” katanya.

PSI juga harus merumus ulang bagaimana PSI 2029 menjemput kemenangan. “Memang di Kongres kita sudah merubah yang sangat mendasar dalam AD/ART adalah lambang partai dari flora menjadi fauna, dari tumbuh-tumbuhan menjadi hewan dan dari bunga mawar menjadi gajah dan tidak ada lagi sinonim yang hanya adalah akronim PSI. Maknanya gajah adalah hewan setia, bijaksana dan mulia,” lanjutnya.

Tantangan

Rumusan kemenangan dimulai dengan cara meloloskan PSI lolos pada pemilu 2029.  PSI saat ini merupakan partai politik yang berbadan hukum tapi belum menjadi peserta Pemilu tahun 2029.

Ini karena ada tahapan yang harus dilalui menjadi peserta pemilu partai politik serta pemilu dan harus melalui tahapan verifikasi persyaratan administratif dan persyaratan faktual. Tahun 2026 verifikasi akan dimulai.

“Verifikasi dilakukan mulai pengurus DPD dan biro bironya. Harus ada kantornya di ibukota kecamatan tersebut. Ada anggota minimal 1.000 atau 1/1000. Jika Bantul ada 1 juta penduduk maka minimal ada 1.000 anggota,” katanya.

Sedangkan Ch Handoko mengatakan nafas juang partai diperpanjang dan bersama sama. Tidak bisa sendiri-sendiri namun kerja tim termasuk mesin partai. Juga mereka yang maju dari dapil masing-masing. “Jangan eker-ekeran di dalam. Kepengurusan PSi saya lihat hebat lalu bagaimana disiapkan agar 2029 jangan ambyar,“ tandasnya. (*)