Polda DIY Terbaik dalam Rekayasa Lalu Lintas Operasi Ketupat Progo 2026
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA — Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) mencatatkan prestasi sebagai salah satu Polda terbaik dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Progo 2026. Berdasarkan survei kepuasan masyarakat yang dirilis Korlantas Polri, Polda DIY menempati peringkat pertama dalam kategori pelaksanaan rekayasa lalu lintas dengan indeks 90,91.
Capaian tersebut melampaui rata-rata nasional sebesar 85,53 dan menjadi yang tertinggi di antara delapan Polda prioritas di wilayah Pulau Jawa, Lampung, dan Bali.
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol. Ihsan, S.I.K., mengatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat yang mematuhi aturan lalu lintas.
“Pencapaian ini berkat kerja keras dan kolaborasi seluruh petugas di lapangan. Yang utama, rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama mudik dan libur Lebaran dapat membantu masyarakat. Kami juga memohon maaf apabila dalam pelaksanaannya masih terdapat kekurangan,” ujar Ihsan, Minggu (29/3/2026).
Operasi Ketupat Progo 2026 berakhir pada 25 Maret dan dilanjutkan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan. Tahun ini, pergerakan masyarakat di wilayah DIY tercatat sangat tinggi.
Berdasarkan analisis dan evaluasi akhir operasi, volume kendaraan yang masuk ke DIY lebih besar dibandingkan dengan yang keluar melalui 10 titik perbatasan provinsi. Tercatat 2.438.554 kendaraan masuk dan 2.117.323 kendaraan keluar.
Tingginya arus kendaraan tersebut sejalan dengan data kunjungan wisatawan. Selama libur Lebaran, sebanyak 1.821.437 orang tercatat mengunjungi destinasi wisata di DIY. Kawasan Malioboro menjadi tujuan utama, disusul Pantai Baron dan Pantai Parangtritis.
Ihsan menegaskan bahwa capaian ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan ke depan, khususnya dalam pengaturan lalu lintas pada agenda berskala besar.
“Polda DIY berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, rasa aman, dan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan. Evaluasi dan kolaborasi akan terus dilakukan agar DIY tetap tertib dan kondusif,” tegasnya. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
