petani-sawah-tadah-hujan-berpacu-dengan-hujanPetani di Desa Langse, Kamis (23/1/2020), mengolah tanah dengan cangkul. (nanang wh/koranbernas.id)


nanang

Petani Sawah Tadah Hujan Berpacu dengan Hujan

SHARE

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Ditengah curah hujan yang masih rendah, petani sawah tadah hujan di Kecamatan Karangsambung antusias mengolah tanah dan menanam padi. Mereka seolah berpacu dengan curah hujan. Air hujan menjadi satu-satunya harapan tanaman padi varitas Impari bisa bertahan dan panen, tiga bulan setelah tanam.

Beberapa orang petani sawah tadah hujan di Desa Langse, Karangsambung, kepada koranbernas.id, Kamis (23/1/2020), mengungkapkan baru pekan ini berani mengolah dan menebar benih untuk musim tanam kali ini. Sawah terasering menjadikan air hujan bisa dimanfaatkan bersama penggarap sawah yang berada di dataran tinggi dan lembah.


Baca Lainnya :

“Benihnya beli sendiri, tidak ada bantuan,“ kata Suyud (63), salah seorang petani yang dibenarkan sejumlah petani di kampungnya.

Ia mendengar ada bantuan benih untuk petani, namun bantuan benih tidak sampai ke petani di kampungnya. Sehingga petani membeli benih seharga Rp 75.000 per bungkus. Petani di daerah ini hanya bisa bercocok tanam padi sekali dalam setahun.


Baca Lainnya :

Pengamatan koranbernas.id, tidak sedikit tanaman padi yang baru berumur kurang dari sebulan, tanahnya sudah mengering. Seperti di Desa Karangsambung, beberapa hektar sawah tanahnya terlhat retak retak. Kondisi ini menunjukan kadar air di sawah sudah sangat berkurang. (eru)


TAGS:

SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini