Permintaan Uji KualitasLingkungan RS dan Puskesmas di DIY Meningkat

Dinas Kesehatan maupun Dinas Lingkungan Hidup terus melakukan pembinaan.

Permintaan Uji KualitasLingkungan RS dan Puskesmas di DIY Meningkat
Temu pelanggan BLKK DIY di Yogyakarta, Kamis (4/12/2025). (yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Kesadaran fasilitas layanan kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terhadap pentingnya pemenuhan standar mutu lingkungan dan kelayakan alat kesehatan terus menunjukkan tren positif.

Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi DIY (BLKK DIY) mencatat permintaan uji laboratorium untuk kualitas lingkungan serta kalibrasi alat dari rumah sakit, puskesmas, klinik, dan perusahaan meningkat signifikan sepanjang tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BLKK DIY, Mulia Kurniawati di sela Temu Pelanggan di Yogyakarta, Kamis (4/12/2025), menyampaikan kenaikan ini tidak hanya mencerminkan kebutuhan regulatif, tetapi juga tumbuhnya kesadaran bahwa kualitas air, udara dan alat kesehatan memiliki dampak langsung pada keselamatan pasien, tenaga medis, dan lingkungan sekitar.

“Rata-rata meningkat. Kesadaran untuk memenuhi regulasi juga meningkat. Dari Dinas Kesehatan maupun Dinas Lingkungan Hidup terus melakukan pembinaan bahwa menjaga kualitas lingkungan demi keselamatan pegawai dan masyarakat adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Air bersih

Mulia mengungkapkan mayoritas pelanggan layanan laboratorium tahun ini berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan dan perusahaan yang membutuhkan pemenuhan standar lingkungan.

Uji kualitas air bersih, air minum, air limbah, serta kualitas udara dalam ruangan, termasuk ruang operasi menjadi kebutuhan yang paling sering diajukan oleh rumah sakit dan puskesmas.

“Biasanya yang mereka akses adalah uji kualitas lingkungan: air bersih, air minum, air limbah, serta kualitas udara dalam ruangan. Itu memang menjadi kebutuhan utama rumah sakit maupun perusahaan,” jelas Mulia.

Selain uji lingkungan, permintaan kalibrasi alat kesehatan juga sangat tinggi. Fasilitas kesehatan diwajibkan melakukan kalibrasi secara berkala sebagai syarat akreditasi.

Paling dicari

Hal itulah yang membuat layanan kalibrasi menjadi salah satu yang paling dicari sepanjang 2025. “Kalibrasi alat itu syarat akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan. Jadi rumah sakit dan puskesmas banyak mengakses layanan ini,” tambahnya.

Mulia menyebutkan fasilitas kesehatan di Yogyakarta termasuk yang paling patuh terhadap regulasi uji lingkungan dan kalibrasi jika dibandingkan dengan banyak daerah di luar Jawa. Ketersediaan fasilitas dan kemudahan akses menjadi faktor yang turut mendukung tingginya tingkat kepatuhan.

“Di Jogja rata-rata rumah sakit dan puskesmas sudah mengikuti regulasi. Kalau di luar Jawa, karena akses susah dan vendor sedikit, masih banyak alat yang belum terkalibrasi. Tapi di DIY, lebih dari 90 persen fasilitas sudah memenuhi kewajiban uji dan kalibrasi,” jelasnya.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya budaya kepatuhan dan kesadaran mutu yang lebih matang, sekaligus menjadi penanda bahwa ekosistem kesehatan di DIY bergerak menuju standar yang semakin tinggi.

Limbah medis

Salah satu perhatian yang terus menjadi sorotan adalah pengelolaan limbah, terutama limbah medis. BLKK DIY menerima sampel limbah cair dari berbagai fasilitas kesehatan untuk diuji, yang menjadi dasar bagi rumah sakit atau klinik untuk melakukan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan.

“Yang masuk ke kami adalah sampel-sampel limbahnya, dan kami menguji kualitas air limbah itu. Tindak lanjut hasil tetap menjadi kewenangan masing-masing fasilitas,” jelas Mulia.

Selain mencatat peningkatan demand, BLKK DIY juga menggelar forum temu pelanggan tahun ini untuk memperkuat hubungan kerja sama sekaligus menggali masukan terkait kebutuhan layanan baru.

Mulia menegaskan forum ini menjadi ruang penting untuk memastikan standar pelayanan terus meningkat dan tetap relevan dengan kebutuhan fasilitas kesehatan serta industri.

Untuk evaluasi

“Dari momen seperti ini kami mengharapkan banyak masukan. Barangkali pelanggan membutuhkan layanan yang selama ini belum tersedia. Itu menjadi feedback bagi kami untuk evaluasi, apakah perlu menambah layanan baru atau meningkatkan layanan yang ada,” terangnya.

BLKK juga memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan berbagai program promosi, seperti paket layanan khusus pada hari-hari besar nasional, yang diharapkan mampu memperluas akses sekaligus meningkatkan jumlah pelanggan. “Tujuan acara ini adalah memaintain pelanggan agar kerja sama tetap berlangsung baik ke depannya. Kami juga melakukan promosi agar kuantitas pelanggan bisa meningkat,” sambungnya.

Dengan meningkatnya kesadaran fasilitas kesehatan di DIY untuk menjaga kualitas lingkungan dan melakukan kalibrasi alat kesehatan secara rutin, BLKK DIY menyatakan komitmennya untuk terus mendukung upaya peningkatan mutu layanan kesehatan dan perlindungan lingkungan.

“Kami siap memperkuat layanan dan menambah kapasitas bila diperlukan. Mutu lingkungan dan keselamatan fasilitas kesehatan adalah bagian dari komitmen kami,” katanya. (*)