Permainan Tradisional Anak Ramaikan Peringatan HAN di Klaten
KORANBERNAS.ID, KLATEN--Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2025 tingkat Kabupaten Klaten dipusatkan di Pendopo Pemkab Klaten, Kamis (31/7/2025). Pada acara tersebut dimeriahkan pula pertunjukan permainan tradisional anak oleh perwakilan murid dari sejumlah SD di Kabupaten Klaten di halaman depan Pendopo Pemkab.
Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten Jajang Prihono mewakili Bupati Hamenang Wajar Ismoyo, Forkompimda, pimpinan OPD Kabupaten Klaten, camat, perwakilan kepala desa, perwakilan DP3P2KP Provinsi Jawa Tengah, pimpinan Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan KB se Solo Raya dan ratusan siswa SD se Kabupaten Klaten.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dissos P3APPKB) Kabupaten Klaten, Puspo Enggar Hastuti dalam menyampaikan tujuan peringatan HAN tahun 2025 sebagai momentum untuk merefleksikan sejauh mana hak-hak anak terpenuhi.
Juga melakukan evaluasi pelaksanaan perlindungan dan perolehan hak-hak anak serta untuk mempromosikan kembali permainan tradisional yang memiliki aspek filosofi sebagai media interaksi sosial anak-anak, seperti ngulukke layangan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Klaten Fahrani Hamenang, teklek, bakiak yang mana anak-anak kelihatan ceria dan senang.
“Makna layangan disini dengan harapan terbang tinggi bersama cita-cita anak,” katanya.
Mantan Camat Prambanan itu menambahkan, rangkaian peringatan HAN 2025 tingkat Kabupaten Klaten diantaranya kampanye publik hak dan perspektif inklusif yang dilaksanakan hari Minggu (20/7/1025), penilaian OPD layak anak, kecamatan layak anak dan desa layak anak melalui aplikasi Sistem Informasi Evaluasi Kecamatan, Kelurahan dan Desa Layak Anak dan Sistem Informasi Evaluasi Kelompok dan Lomba video rumah perlindungan perempuan, anak dan disabilitas.
“Lomba video adalah hal yang baru. Di sini masing-masing kecamatan diharapkan sudah memiliki rumah perlindungan perempuan dan anak yang memudahkan harapan kita tidak ada korban, seandainya ada korban, masyarakat bisa bisa melaporkan ke kantor kecamatan,” ujar Puspo.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Jajang Prihono menyampaikan sudah menjadi kewajiban bersama pemerintah, keluarga dan masyarakat dan seluruh elemen bangsa untuk memastikan bahwa setiap anak bisa mendapat hak penuh. Hak untuk hidup, hak untuk tumbuh kembang, hak untuk mendapat perlindungan dan hak untuk berpartisipasi.
Pemerintah Kabupaten Klaten kata dia, senantiasa berkomitmen untuk untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan ramah anak.
“Berbagai program dan kebijakan telah dilaksanakan mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, fasilitas kesehatan yang memadai, penyediaan ruang publik yang layak anak hingga upaya mencegah kekerasan maupun eksploitasi terhadap anak,” jelasnya seraya mengimbau semua pihak untuk berupaya menjadikan Kabupaten Klaten menjadi Kabupaten Layak Anak.
Kabupaten Layak Anak kata dia, bulan hanya sekedar diatas kertas melainkan terealisasi dalam kehidupan sehari-hari. Tugas ini tidak dapat dilakukan sendiri, peran serta seluruh komponen masyarakat sangatlah vital.
“Mari kita jadikan keluarga sebagai benteng utama perlindungan anak. Luangkan waktu untuk mendengarkan mereka, memahami keinginan, kekhawatiran mereka serta mendorong mereka untuk bermimpi dan meraih cita-cita mereka,” pinta Bupati dalam sambutannya.
Dia juga berpesan bahwa peran guru di sekolah sangatlah mulia dalam meraih masa depan anak. Memberikan layanan pengetahuan, menanamkan nilai-nilai karakter luhur dan menjadikan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan dan inspiratif bagi anak.
Bersamaan acara tersebut juga diserahkan penghargaan kepada pemenang lomba dan penyerahan bingkisan secara simbolis kepada 300 anak panti asuhan oleh Baznas Kabupaten Klaten. (*)
Masal Gurusinga
