Pentas di DPRD DIY Sabtu Malam, Dalang Ki Geter Pramuji Angkat Lakon Kangsa Adu Jago
Pergelaran wayang kulit yang dimulai pukul 20:00 tersebut gratis dan terbuka untuk umum.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Dalang Ki Geter Pramuji Widodo dijadwalkan tampil di DPRD DIY, Sabtu (13/12/2205) malam, di DPRD DIY Jalan Malioboro Yogyakarta. Lakon yang diangkat pada pementasan kali ini adalah Kangsa Adu Jago.
Salah satu lakon pewayangan yang berkisah tentang perebutan tahta kerajaan itu selain memberikan tontonan yang menarik, juga sarat pesan moral, patriotisme dan nilai-nilai kepahlawanan.
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto saat jumpa pers, Rabu (10/12/2025), menjelaskan pergelaran wayang kulit yang dimulai pukul 20:00 tersebut gratis dan terbuka untuk umum.
“Kami juga mengundang wisatawan yang kebetulan sedang berada di Malioboro untuk datang menyaksikan,” ujarnya didampingi Marlina Handayani selaku Kabag Humas dan Protokol Sekretariat DPRD DIY.
Nilai kebangsaan
Menurut Eko Suwanto, pementasan wayang bukan sekadar hiburan melainkan momentum untuk memperdalam kembali nilai kebangsaan dan spirit kepahlawanan melalui pergelaran seni budaya tradisional.
Selain itu, juga diharapkan mampu menggugah semangat masyarakat, termasuk para pemimpin pusat hingga daerah, untuk kembali menghayati nilai-nilai kepahlawanan, cinta tanah air serta mendahulukan kepentingan publik.
Pergelaran wayang kulit semalam suntuk juga akan diperdengarkan lagu-lagu bernuansa nasionalis untuk menambah semarak serta memperkuat pesan kebangsaan.
Kebetulan, bulan November dan Desember banyak terdapat rangkaian peristiwa bersejarah, mulai dari peringatan Hari Pahlawan 10 November, peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) 10 Desember, Hari Ibu 22 Desember dan menyambut tahun baru 2026.
Kepentingan bangsa
“Kita menggunakan sarana kebudayaan untuk melihat dan merefleksi demokrasi. Pergelaran wayang kulit ini adalah pesan bagi masyarakat dan ajakan untuk elite agar menghikmati nilai-nilai kepahlawanan. Bagaimana menjadi warga bangsa yang meneguhkan sikap untuk kepentingan bangsa dan negara, bukan melanggar konstitusi untuk kepentingan keluarganya,” katanya.
Pada akhirnya, kata dia, kebenaran dan kejujuran yang akan menang. (*)
---
