Pemkab Sleman Mendorong Terbentuknya Komunitas Peduli Lingkungan
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen melakukan upaya pengendalian lingkungan hidup sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Demikian disampaikan Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman Sugeng Riyanta pada awak media di Kantor Dinas Pertanian dan Perikanan Sleman, pada Selasa (3/3/2026).
Menurut Sugeng, tekanan terhadap kualitas lingkungan hidup, khususnya pada sumber air dan ekosistem sungai, terjadi sebagai akibat dari meningkatnya aktivitas pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Sleman.
Sugeng menjelaskan bahwa melalui pendekatan berbasis masyarakat, Pemkab Sleman terus mendorong terbentuknya komunitas peduli lingkungan, termasuk komunitas sungai yang sangat berperan dalam pemantauan kondisi lingkungan.
“Komunitas sungai secara partisipatif melakukan kegiatan bersih sungai dan pengurangan sampah, edukasi lingkungan kepada masyarakat sekitar dan pelaporan indikasi pencemaran kepada instansi terkait,” jelas Sugeng.
Upaya tersebut, lanjut Sugeng, merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha serta pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan.
“Pemkab Sleman juga terus melakukan penguatan melalui pembinaan komunitas lingkungan hidup, fasilitasi kegiatan bersih sungai dan konservasi sungai, edukasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan peningkatan kesadaran dan literasi lingkungan di tingkat lokal,” papar Sugeng.
Komitmen tersebut merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan hidup yang bersih, sehat dan lestari bagi generasi saat ini maupun yang akan datang.
“Harapan dan perhatian utama kita untuk saat ini adalah peningkatan aktivitas masyarakat yang berdampak pada kualitas sungai dan lingkungan hidup serta pengelolaan sampah domestik dan limbah,” tambah Sugeng.
DLH Sleman sekarang masih aktif menggelar kegiatan Program Kampung Iklim (Proklim), dengan mendorong masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam aksi adaptasi dan mitigasi iklim dalam bentuk kegiatan sosialisasi Proklim, biopori, penanaman pohon, pemberian bibit tanaman untuk penambahan luas vegetasi dan pembinaan Proklim di 7 lokasi.
Diungkapkan Sugeng, Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) saat ini ada sejumlah 31 yang tersebar di 11 kapanewon serta merupakan mitra strategis pemerintah daerah dan pengendalian lingkungan hidup berbasis masyarakat. (*)
Nila Hastuti
