Pemkab Sleman Memutus Mata Rantai Kemiskinan dengan Program Sleman Pintar

Program ini memberikan akses peningkatan pendidikan gratis hingga sarjana bagi anak keluarga tidak mampu.

Pemkab Sleman Memutus Mata Rantai Kemiskinan dengan Program Sleman Pintar
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Sleman, Sarastomo Ari Saptono (kanan), menjelaskan Program Sleman Pintar di Rumah Dinas Bupati Sleman, Senin (20/10/2025). (nila hastuti/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Untuk memutus mata rantai kemiskinan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menggagas program Sleman Pintar dengan jargon Pratu Kemis Sarjana atau satu keluarga miskin satu sarjana.

Hingga tahun 2025 ini tercatat sebanyak 796 anak dari keluarga miskin maupun rentan miskin di kabupaten ini diberi kesempatan kuliah di perguruan tinggi lewat beasiswa Sleman Pintar.

"Program ini memberikan akses peningkatan pendidikan gratis hingga sarjana bagi anak keluarga tidak mampu," kata Sarastomo Ari Saptono, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman kepada awak media di Rumah Dinas Bupati Sleman, Senin (20/10/2025).

Menurut Ari, program unggulan dari Pemkab Sleman ini sesuai visi misi Bupati dan Wakil Bupati yaitu meningkatkan pembangunan manusia yang produktif, berkualitas dan berkepribadian melalui pendidikan dan pelatihan.

Rantai kemiskinan

"Program ini memberikan beasiswa pendidikan bagi anak keluarga tidak mampu, yang memiliki potensi akademik namun terkendala biaya. Mereka dikuliahkan gratis dengan harapan dapat memutus mata rantai kemiskinan keluarganya lewat peningkatan pendidikan," jelas Ari.

Dia mengungkapkan, Pemkab Sleman melalui program Sleman Pintar pada tahun ini mengalokasikan anggaran Rp 8,7 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk membayar biaya pendidikan mahasiswa yang sudah eksisting kuliah maupun 220 mahasiswa yang tahun ini baru masuk ke perguruan tinggi.

Terdapat lima perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan Pemkab Sleman untuk mendukung program yang diluncurkan sejak tahun 2022 ini, antara lain Amikom Yogyakarta, Unisa Yogyakarta, UTY, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD).

Menurut Ari, tahun depan program ini diharapkan menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Jumlah kampus yang diajak bekerja sama juga lebih banyak.

Lebih banyak

Ari memperkirakan jumlahnya bahkan bisa mencapai 40an kampus dari total 47 kampus di Kabupaten Sleman. "Perguruan tinggi yang diajak bekerja sama tahun depan lebih banyak lagi. Mungkin 40-an lebih. Karena bupati membuka akses seluas luasnya kerja sama ini," ungkapnya.

Ari menambahkan, dari ratusan penerima manfaat program Sleman Pintar, ada 14 yang sudah menyelesaikan pendidikan dan wisuda program D3 di Amikom Yogyakarta di bulan Agustus silam. Berikutnya bulan November ada 78 peserta yang mau wisuda, sehingga total 92 mahasiswa telah menyelesaikan pendidikan.

Selama menempuh pendidikan, mahasiswa program Sleman Pintar ini, di beberapa perguruan tinggi juga difasilitasi untuk ikut magang di perusahaan di wilayah Cikarang hingga Karawang.

Selama program magang kerja ini mereka mendapatkan uang saku. Uang tersebut bisa digunakan untuk membiayai keperluan dirinya maupun dikirim untuk kebutuhan keluarganya.

Beberapa persyaratan

"Jadi bukan hanya mendapatkan bantuan saja, selama magang mereka juga dapat uang saku untuk kebutuhan hidupnya maupun mengirim keluarganya," kata Ari.

Dijelaskan, bagi yang ingin mendapatkan beasiswa Sleman Pintar, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi di antaranya  ber-KTP/KK warga Sleman. Kemudian, masuk dalam data kemiskinan baik sebagai keluarga miskin, rentan miskin atau penerima program PKH atau anak dari keluarga penyandang disabilitas.

Lulus SMA/sederajat tidak lebih dari tiga tahun terakhir. Nilai rata-rata ijazah minimal paling rendah 7. Mempunyai motivasi untuk tetap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Lulus tes dari perguruan tinggi yang dituju. Untuk tes diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing perguruan tinggi. Artinya jika anak tersebut lulus dari tes yang dilakukan oleh perguruan tinggi, maka bisa masuk kuliah di sana. (*)