Pemkab Sleman Gelar Geosembada Award 2025

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Sleman mewujudkan tata kelola data geospasial yang terpadu.

Pemkab Sleman Gelar Geosembada Award 2025
Plt Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Sleman, Rin Andrijani. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Plt Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Sleman, Rin Andrijani, mengatakan Pemkab Sleman melalui Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana) kembali menggelar Geosembada Award 2025, sebuah ajang penghargaan bagi perangkat daerah yang dinilai terbaik dalam pengelolaan dan pemanfaatan data geospasial.

"Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Sleman mewujudkan tata kelola data geospasial yang terpadu, berkualitas dan berkelanjutan, sejalan dengan kebijakan nasional Satu Peta dan Satu Data Indonesia," kata Rin, Senin (10/11/2025).

Dijelaskan, penyelenggaraan Geosembada Award merupakan tindak lanjut dari berbagai regulasi, termasuk Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2014 tentang Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN) dan Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

“Melalui Geosembada Award, kami ingin memberikan apresiasi sekaligus mendorong peningkatan kualitas tata kelola data geospasial di setiap perangkat daerah,” ujarnya.

Simpul jaringan

Menurut Rin, ajang ini juga berfungsi sebagai sarana evaluasi dan motivasi bagi 29 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam simpul jaringan Kabupaten Sleman. Penilaian dilakukan dua tahap yaitu evaluasi mandiri dan presentasi hasil pengelolaan data di hadapan dewan juri.

Adapun penghargaan dibagi dua kelompok utama, yakni Kategori Utama (Pengelolaan Data Geospasial Terbaik) dan Kategori Tambahan, yang meliputi Pemanfaatan Informasi Geospasial Terbaik, Kualitas Data Unggul, serta Petugas Entri Data/Walidata Pendukung Terbaik.

“Penghargaan ini tidak hanya simbol prestasi, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi antar perangkat daerah dalam mewujudkan Sleman Satu Data, Satu Peta," jelasnya.

Proses penilaian dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari unsur pemerintah, provinsi dan akademisi, di antaranya Drs Annacletus Ari Dartoyo M Eng dari Badan Informasi Geospasial, serta Ir Heri Sutanta ST MSc Ph D dan R Ibnu Rosyadi S Si M Cs dari Universitas Gadjah Mada.

Langkah nyata

Hasil penilaian dan penyerahan penghargaan akan diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Tata Ruang Nasional pada November tahun ini.

Rin menambahkan, Geosembada Award 2025 diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan tata ruang yang informatif, efisien, dan berpihak pada kemanfaatan publik.

“Dengan data geospasial yang akurat dan terintegrasi, setiap kebijakan pembangunan dapat lebih tepat sasaran dan transparan,” katanya. (*)