Pelatihan Tata Boga di PKBM Mandiri Disambut Antusias
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Para peserta tampak antusias mendengarkan arahan lalu praktik membuat kue saat mengikuti pelatihan tata boga di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) “Mandiri” Jalan Samas Km 21 Dusun Karen Kalurahan Tirtomulyo Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul, Jumat (8/8/2025).
Kegiatan ini bekerja jama dengan tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Teknik Tata Boga Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Peserta berlatih membuat donat kentang vla buah, kue sus, brownis, brownis kukus, ragout ayam dan crombolini (perpaduan antara croissant dan bomboloni).Cromboloni memiliki bentuk bulat berlapis seperti croissant dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam serta sering diisi berbagai krim dan topping.
Ketua Tim PkM Fakultas Teknik Tata Boga Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof Marwanti, mengatakan pengabdian guru besar ini diharapkan bisa memberikan manfaat dan tambahan ilmu bagi peserta. “Dan nantinya selain bisa dipraktikkan untuk keluarga, ilmu yang didapat bisa digunakan untuk membuka usaha sehingga menambah pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” kata Prof Marwanti.
Produk kuliner hasil pelatihan tata boga di PKBM Mandiri Bantul. (sariyati wijaya/koranbernas.id)
Pelatihan dilaksanakan tiga kali. Pada 31 Juli 2025 berupa teori. Selanjutnya, tanggal 5 Agutus 2025 berupa pelatihan membuat kue tradisional kembang goyang, peyek goyang, bubur saren, mata roda dan lumpia rebung.
Hari ketiga, peserta praktik membuat aneka roti atau patisseria “Semua bahan dari kami. Hasilnya bisa dibawa peserta pulang,” katanya.
Saidah (55) asal Dusun Karen Tirtomulyo mengaku pelatihan sangat bermanfaat. “Saya kebetulan ketua Kelompok Wanita Tani (KWT). Jadi nanti ilmu yang didapat bisa ditularkan kepada peserta yang lain,” tambahnya.
Selama ini juga KWT sering mengikuti beragam ekspo atau pameran dan hasil olahan KWT diikutsertakan. “Sebelumnya saya membuat kue hanya isa-isaan. Sekarang sesuai takaran dan diajari ahlinya langsung. Saya mengucapkan terima kasih dan ilmunya sangat berguna. Selain produknya bisa dijual, juga bisa diolah untuk konsumsi keluarga,” katanya.
Membuka usaha
Ketua PKBM “Mandiri” Yuli Sutanta A Md mengatakan pelatihan tata boga diikuti 22 peserta. Selain peserta didik PKBM, juga hadir warga sekitar. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan keterampilan peserta sehingga ilmu yang didapat selain bisa digunakan untuk keluarganya masing-masing.
Selain itu, juga bisa untuk membuka usaha. “Diharapkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat maupun peserta didik kami. Ini bagian dari peningkatan kapasitas SDM dan pembekalan life skill yang bisa bermanfaat di kemudian hari,” katanya.
Pelatihan tata boga bukanlah yang pertama. Sudah beberapa kali dilakukan bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk UNY. “Kalau untuk UNY ini bukan yang pertama kali kita kerja sama,” katanya. (*)
Sariyati Wijaya
