Pelari Geopark Trail Run yang Meninggal Diduga Terkena Serangan Jantung

Peserta asal Jepara, Jateng sempat mengeluh kurang enak badan di kilometer 3 rute 7 km. Panitia menawarkan menjemput korban

Pelari Geopark Trail Run yang Meninggal Diduga Terkena Serangan Jantung
Pelepasan peserta Geopark Trail Runner Minggu (13/7/2025) pagi. (istimewa) 

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN--Seorang peserta Geopark Trail Run (GTR) Kebumen, yang meninggal dunia Minggu (13/7/2025) siang, diduga mengalami serangan jantung. Peserta paruh baya asal Jepara ini, meninggal dunia setelah memasuki garis finis. Korban sempat dibawa ke sebuah rumah sakit di Gombong, namun jiwanya tidak tertolong. 

Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber menyebutkan, peserta asal Jepara, Jateng sempat mengeluh kurang enak badan di kilometer 3 rute 7 km. Panitia menawarkan menjemput korban, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Namun korban menolak bantuan penjemputan, hingga akhirnya sampai di tempat star dan finis di Destinasi wisata Sagara View di Pantai Karangbolong. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen Frans Haedar, membenarkan seorang peserta GTR meninggal dunia. Peserta dilindungi dengan asuransi jiwa.

“Ya, ini mau ke rumah duka,” kata Frans Haedar, Minggu (13/7/2025) malam. 

Dipantau dari postingan instagram Panitia GTR, ada ucapan ikut duka cita atas meninggalnya Elyasa Yasir di Kebumen. Disebutkan, peserta GTR itu berumur 38 tahun. 

Diberitakan sebelumnya, GTR di Kebumen yang digelar di kawasan Kebumen UNESCO Global Geopark (UGGp) di Pantai Selatan Kebumen, diikuti lebih dari 1600 peserta. Hanya 600 peserta warga Kebumen. Kegiatan hasil kerja sama Pemprov Jateng dan Pemkab Kebumen untuk pertama kalinya digelar.

Beberapa peserta mengungkapkan, rutenya bagi pemula, bukan rute yang ringan. Peserta yang tidak terlatih akan mengalami kesulitan fisik, karena rutenya melewati berbagai medan seperti pendakian gunung, terjal dan sempit. (*)