Selasa, 21 Sep 2021,


pelaku-budaya-di-bantul-mulai-kangen-pentas-Kesenian Klonengan tampil dalam jaring aspirasi BPD Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Bantul di balai desa setempat, Selasa (9/9/2020) malam. (sari wijaya/koranbernas.id)


Sari Wijaya
Pelaku Budaya di Bantul Mulai Kangen Pentas

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Bantul menggelar kegiatan jaring aspirasi bertema “Bincang Santai Seni Budaya” yang dihadiri Wakil Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih, Selasa (8/9/2020) malam.  


Turut hadir Lurah Desa Drs Pardiyono, Ketua BPD Gilangharjo Zainul Zain S.Ag, perwakilan 35 kelompok seni budaya, pamong desa, BPD termasuk tokoh-tokoh masyarakat dan perwakilan kaum ibu dengan dihibur klonengan sehingga menghangatkan suasana.

  • Anggota DPR Tegaskan Pancasila Ideologi yang Sempurna
  • CCFI dan Tokopedia Berdayakan UMKM Lokal

  • “Kami menggelar jaring aspirasi untuk menampung apa yang menjadi  aspirasi dan harapan masyarakat. Khususnya saat ini mengenai seni budaya,” kata ZainuL kepada koranbernas.id di lokasi.

    Sejak adanya pandemi Covid-19 setengah tahun silam, praktis kegiatan para pelaku seni budaya dihentikan. Mereka tidak lagi menggelar latihan dan tidak lagi bisa pentas seperti sebelumnya. Semua untuk menjaga dan menekan penyebaran virus Corona.

  • Sekolah Online Tidak Berlaku di Wilayah Ini
  • Dapur Bude, Penolong di Saat Pandemi

  • “Dan saat ini para pelaku seni budaya ini sudah sangat kangen untuk berekspresi, bisa latihan ataupun pementasan. Contoh saja, kemarin grup karawitan minta ijin tampil. Maka dalam acara ini ada klonengan dengan keterbatasan yakni cuma siteran dengan 10 orang pemain. Untuk menjaga semuanya,” katanya.

    Zainul menambahkan, di desa ini bukan hanya punya grup klonengan atau karawitan saja, namun banyak seni budaya yang tumbuh dan berkembang. Seperti reog, jatilan, cokekan, hadroh, teater, ketoprak dan lain sebagainya. Seni tersebut terus tumbuh, berkembang dan eksis.

    “Saat ini pun walau tidak bisa berlatih atau pun pentas, tidak membuat grup tersebut bubar. Mereka tetap kompak, dan sekarang menunggu petunjuk seperti apa yang harus dilakukan  di tengah pandemi. Untuk itu kami juga menghadirkan pak Wabup sebagai representasi pemerintah daerah, dan dalam  jaring aspirasi sebelumnya beberapa kali beliau juga hadir,” katanya.

    Sementara Pardiyono mengatakan, di desa tersebut seni budayanya terus tumbuh. Hanya saja, saat ini tidak bisa berkegiatan karena pandemi. “Jadi nanti monggo apa yang menjadi uneg-uneg bisa disampaikan dalam jaring aspirasi ini,” katanya.

    Sedangkan Abdul Halim Muslih mengatakan, Desa Gilangharjo merupakan salah satu desa budaya yang ada di Bantul. Tentu keberadaanya harus terus dijaga dalam rangka melestarikan seni leluhur sebagai warisan kekayaan Bangsa Indonesia yang akan  diwariskan juga kepada generasi penerus. Jangan sampai punah.

    “Karena saat ini sedang ada virus Corona dimana angkanya di Bantul juga terus bertambah, maka memang segala sesuatunya harus disesuaikan atau istilahnya adalah adaptasi kebiasaan baru dengan penerapan protokol kesehatan dalam berkegiatan,” urainya.

    Untuk para pelaku seni budaya, salah satu cara agar bisa tetap tampil dan menunjukan ekspresi serta kreasinya adalah dengan mengikuti pertunjukan virtual yang banyak diadakan oleh berbagai pihak.

    “Jadi bagaimana kita tetap bisa melakukan kegiatan seni budaya dalam rangka menjaga warisan para leluhur ingkang winasis, tetapi kita tetap menjaga semua agar tetap aman dari paparan virus Corona,” katanya. (*)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini