Pelajar SMP di Imogiri Bantul Ditemukan Bunuh Diri

Ketua Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) Kabupaten Bantul, M Zainul Zain S Ag, mengaku prihatin dan duka yang mendalam.

Pelajar SMP di Imogiri Bantul Ditemukan Bunuh Diri
Ilustrasi. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Seorang pelajar SMP di Kapanewon Imogiri Bantul, ADK, ditemukan meninggal bunuh diri di rumahnya, Rabu (23/7/2025) pagi. Dari keterangan Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry kejadian ini diketahui pertama kali oleh adik korban yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD).

Pelajar berusia 14 tahun itu awalnya tidur di rumah sang nenek, NGT (67) yang berdekatan dengan rumah yang ditinggali korban. "Adiknya ini ke rumah yang ditinggali kakaknya karena mau ambil peralatan sekolah sekitar pukul 06:10. Sesampainya di rumah tersebut adiknya ini sudah melihat korban dalam keadaan gantung diri," kata Jeffry.

Sang adik segera kembali ke rumah neneknya dan menangis menceritakan apa yang dilihatnya. Sang nenek kemudian mengabari keluarga yang lain dan bergegas menuju rumah yang ditinggali korban.

Begitu sampai di rumah korban, mereka mendapati korban sudah dalam tergantung di pengeret atau sunduk rumah. Kemudian  pihak keluarga segera memotong tali gantung menggunakan pisau dapur.

Tim medis

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga melapor ke Polsek Imogiri guna penanganan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Imogiri II, Zazitu dan Tim Ident Polres Bantul dipimpin Aiptu Purwanto SH diperoleh hasil tidak ditemukan bekas luka atau tanda-tanda kekerasan.

Dari hasil penyelidikan awal diketahui Selasa (22/8/2025) malam teman sekolah korban yang tinggal di wilayah beda RT namun masih satu pedukuhan, bermain ke rumah korban.

Saat itu dia melihat langsung tali yang digunakan korban untuk menggantung sudah terpasang menggantung di pengeret tersebut. Saat ditanya oleh temannya ini, korban menjawab tali itu buat mainan gantungan.

"Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir korban dan adiknya ditinggal oleh orang tuanya yang bercerai dan keseharian diasuh oleh kakek dan neneknya. Keluarga menerima kematian korban dan jenazah dimakamkan hari itu juga," terang Jeffry.

Prihatin

Secara terpisah Ketua Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) Kabupaten Bantul, M Zainul Zain S Ag, mengaku prihatin dan duka yang mendalam atas tragedi bunuh diri siswi SMP di Imogiri.

"Hari ini bertepatan dengan Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli, ternyata ada anak Bantul yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri diduga akibat permasalahan sosial yang dihadapinya,” katanya.

Peristiwa itu harus menjadi perhatian semua pihak. “Kami berharap ini menjadi perhatian semua stakeholder agar masalah-masalah anak mendapat perhatian yang lebih sehingga bisa tertangani dan tidak terulang tragedi yang sama," katanya. (*)

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.