Sabtu, 27 Feb 2021,

menteri-kelautan-bersama-bupati-sleman-menebar-benih-ikanMenteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, menebar benih ikan di Embung Gadingan, Sinduharjo, Ngaglik, Senin (18/1/2021). (istimewa)


Nila Hastuti
Menteri Kelautan Bersama Bupati Sleman Menebar Benih Ikan

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Dalam upaya mensinergikan budidaya ikan dengan pelestarian lingkungan, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, bersama Bupati Sleman, Sri Purnomo, menebar ribuan benih ikan di Embung Gadingan, Sinduharjo, Ngaglik, Senin (18/1/2021).

Sakti Wahyu Trenggono menyebut penebaran ribuan benih ikan tersebut merupakan sebuah simbol budidaya yang saat ini tengah digalakkan Kementrian Kelautan dan Perikanan.


“Ini (penebaran benih ikan) adalah simbol dari pada budidaya yang menjadi tagline Kementrian Kelautan dan Perikanan. (Tahun) 2021 kita mulai menggerakkan,” kata Sakti Wahyu Trenggono usai melakukan penebaran benih ikan.

Menteri KKP menambahkan, budidaya merupakan bagian dari kelestarian untuk dilanjutkan oleh generasi berikutnya. “Baik di laut maupun di darat, kita akan gerakkan yang namanya budi daya,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sakti Wahyu Trenggono mengapresiasi Kabupaten Sleman terkait budidaya ikan yang selalu mengalami surplus. Namun demikian, dirinya berharap tingginya budidaya ikan konsumsi tersebut juga diiringi dengan berkembangnya jenis pakan yang diproduksi sendiri oleh daerah dan tidak lagi harus impor.

Sementara Bupati Sri Purnomo menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan budidaya ikan dengan menebar benih ikan sebanyak 2 ton setiap tahunnya. Hal tersebut dinilai selaras dengan apa yang menjadi spirit Kementrian Kelautan dan Perikanan dalam gerakkan budi daya dan pelestarian lingkungan.

“Pelestarian akan berjalan dengan catatan kita harus melarang penyetruman ikan atau pemakaian obat-obatan berbahaya dalam menangkap ikan. Karena hal tersebut dapat mematikan ekosistem yang ada di perairan. Jadi memancing itu boleh, tetapi tidak menggunakan penyetrum atau obat-obatan,” kata Sri Purnomo. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini