Mantan Gitaris Sheila On 7 Isi Pengajian Akbar di SMAN 2 Bantul
Sesungguhnya tempat yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah masjid.
KORANBERNAS.ID, BANTUL – Sakti atau Saktia Aria Seno, mantan gitaris Sheila on 7 yang kini dikenal dengan nama Ustad Salman Al Jugjawy, mengisi pengajian akbar dalam rangka peresmian Masjid Al Falaq, Jumat (30/1/2026) malam.
Masjid yang diresmikan oleh Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta itu berada di lingkungan SMA Negeri 2 Bantul. Selain Ustad Salman, juga hadir Ustad Syubban Rizali Noor S Ag selaku Ketua Takmir Masjid Jogokariyan.
Meski hujan sempat mengguyur wilayah Bantul sejak sore namun tidak menyurutkan niat ribuan orang mengikuti pengajian tersebut. Tamu undangan, wali murid maupun masyarakat sekitar termasuk anggota DPRD Bantul Herry Fahamsyah MIP MM, Ketua PDM Bantul Arba Riksawan Qomaru SE, juga hadir jajaran OPD Pemkab Bantul serta Forkompimkab.
Kepala SMA Negeri 2 Bantul Isti Fatimah M Pd mengatakan peresmian Masjid Al Falaq merupakan rangkaian dari Lustrum ke-10 atau ulang tahun ke-50 SMA Negeri 2 Bantul.
Wakil Bupati Bantul meresmikan Masjid Al Falaq SMAN 2 Bantul. (sariyati Wijaya/koranbernas.id)
"Masjid ini kita renovasi sejak Januari 2025 atau tepat setahun lalu dan telah berjalan 80 persen. InsyaAllah Ramadan ini pembangunan selesai 100 persen dan bisa digunakan keseluruhan baik lantai satu maupun dua untuk kegiatan keagamaan termasuk salat lima waktu. Saat ini yang lantai dua belum selesai," kata Isti.
Pihaknya masih membuka kesempatan bagi donatur yang ingin memberikan amal jariyah pembangunan masjid.
Terkait lustrum ke-10, Isti menjelaskan banyak kegiatan telah dilaksanakan. Di antaranya lomba literasi Aksara Jawa, Ansambel Musik dan lomba proposal bagi pelajar SMP sederajat se-DIY, Sabtu (24/1/2026).
Sebelumnya juga digelar pameran perguruan tinggi se-Indonesia di sekolah serta penghijauan di Kalurahan Sriharjo yang didukung Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DIY dan DLH Bantul, lurah, dukuh, siswa dan masyarakat setempat.
Merasa bangga
Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta merasa bangga atas terselenggaranya pengajian akbar ini. "Masjid adalah rumah Allah tempat kita beribadah, bermunajat dan mendekatkan diri kepada-Nya. Masjid juga merupakan simbol kebersamaan, kesyukuran dan keimanan umat Islam," ungkapnya.
Dia berharap dengan peresmian masjid bisa meningkatkan keimanan dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah siswa-siswi dan warga sekolah.
"Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi, terutama donatur, panitia dan semua yang sudah bekerja keras untuk mewujudkan impian ini," katanya.
SMAN 2 Bantul atau Smadaba, menurut Aris, merupakan SMA kebanggaan Bantul. Alumni sekolah itu banyak yang menduduki jabatan di kementerian ataupun Pemda DIY. Tidak sedikit yang menjadi pengusaha sukses.
Tantangan zaman
“Saya berpesan kepada kepala sekolah, Bapak dan Ibu guru untuk mendidik putra putri dengan baik dalam rangka mendukung program pemerintah Indonesia Emas 2045. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama," pintanya.
Menghadapi tantangan zaman, anak-anak harus cerdas, berakhlak mulia, berkepribadian Indonesia, adaptif terhadap perkembangan zaman serta mampu membanggakan bangsa dan negara.
Dalam tausiyahnya, baik Ustad Salman maupun Ustad Syubban mengajak seluruh umat muslim memakmurkan masjid dengan kegiatan-kegiatan ibadah dan sosial kemasyarakatan yang membawa kemaslahatan untuk semua.
"Sesungguhnya tempat yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah masjid," kata Ustad Salman. (*)
Sariyati Wijaya
