Mahasiswa KKN UNS Bantu Petani di Klaten Tanggulangi Gulma dengan Mulsa

Penggunaan mulsa plastik hitam perak dipilih karena efektif, efisien dan mudah diaplikasikan.

Mahasiswa KKN UNS Bantu Petani di Klaten Tanggulangi Gulma dengan Mulsa
Mahasiswa KKN UNS Kelompok 124 di lahan Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Desa Kranggan Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Sejumlah 10 mahasiswa dan mahasiswi peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta Jawa Tengah Kelompok 124 melaksanakan program penanggulangan gulma dengan mulsa di Desa Kranggan Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten.

Program yang berlangsung tiga hari berturut-turut sejak Kamis (14/7/2025) hingga Sabtu (16/7/2025) dilaksanakan di lahan Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Desa Kranggan.

Ketua Kelompok 124 KKN UNS Surakarta, Satria Jayanegara, menjelaskan program tersebut bertujuan membantu petani setempat, khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Kranggan dalam mengendalikan gulma secara ramah lingkungan dan berkelanjutan melalui pemanfaatan mulsa plastik hitam perak.

Mahasiswa Fakultas Pertanian UNS ini menjelaskan program mulsa dilanjutkan dengan penanaman bibit cabai. Dipilihnya cabai karena relatif mudah pembudidayaannya dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Hingga panen

"Keberlangsungan program ini akan dilaksanakan oleh ibu-ibu KWT dan pemdes setempat, dari pemeliharaan rutinnya hingga panen kelak," ujarnya di Polanharjo, Rabu (27/8/2025).

Sementara itu, Santi, anggota KWT Desa Kranggan mengatakan penanggulangan gulma menjadi hal yang penting sekaligus bertujuan untuk mengubah lahan tidak produktif menjadi lahan produktif. "Tidak ada lahan yang dapat dikerjakan karena tidak ada lahan produktif akibat gulma," kata Santi.

Penggunaan mulsa plastik hitam perak dipilih karena efektif, efisien dan mudah diaplikasikan. Selain bisa menekan pertumbuhan gulma, mulsa plastik hitam perak juga berfungsi menjaga kelembaban tanah, mencegah erosi dan meningkatkan kesuburan tanah dalam jangka panjang.

Pelaksanaan program ini melibatkan mahasiswa KKN UNS Kelompok 124, petani dan didampingi perangkat desa Kranggan. Kolaborasi tersebut tidak hanya sebatas sosialisasi tapi juga memberikan pengalaman di lapangan yang aplikatif.

Berkelanjutan

Kegiatan diawali pembuatan bedengan, pemasangan mulsa dan pelubangan hingga penanaman bibit cabai secara sistematis dan berkala.

Satria berharap, program tersebut dapat diadopsi oleh petani dan masyarakat secara berkelanjutan. (*)