atas1

Mahakarya Borobudur, Simpan Potensi Rumus Matematika

Kamis, 24 Okt 2019 | 10:15:08 WIB, Dilihat 395 Kali
Penulis : Muhammad Zukhronnee Ms
Redaktur

SHARE


Mahakarya Borobudur, Simpan Potensi Rumus Matematika Para peserta IsMaTel mengamati pola-pola geometis yang ada di Candi Prambanan, Rabu (23/10/2019) siang. (istimewa)

Baca Juga : Tak Ada Teguran, Langsung Tilang


KORANBERNAS.ID -- Seminar Pembelajaran Matematika Internasional berlangsung selama empat hari di Grand Dafam Rohan Jogja. Bertajuk "International Seminar on Mathematics Teaching and Learning" (lSMaTeL) merupakan inisiasi Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika, Yogyakarta yang mempertemukan para ahli matematika Internasional.

Keragaman budaya yang dimiliki Indonesia merupakan potensi untuk digunakan dalam pembelajaran matematika. Bentuk-bentuk matematika dalam budaya lokal sering dipandang tidak memiliki kontribusi dalam kehidupan moderen saat ini, sehingga keberadaannya diabaikan. Padahal matematika budaya atau etnomatematika berperan dalam membangun identitas individu serta dapat berperan dalam pengembangan kurikulum sekolah. 

Dengan demikian para sebanyak 201 peserta yang terdiri dari tenaga pengajar matematika dari seluruh nusantara tidak hanya berkutat dengan teori didalam ruang, Namun melakukan kunjungan di beberapa cagar budaya ternama di DIY dan Jawa Tengah, Rabu (23/10/2019) siang. Beberapa destinasi wisata yang akan digali unsur etnomatematikanya tersebut adalah, Keraton Yogyakarta, Pusat kerajina perak Kotagede, Candi Boko dan Candi Borobudur.

Para peserta mendapat tugas untuk melakukan pengamatan di setiap masing-masing situs budaya yang dikunjungi, serta mencatat aspek budaya yang dapat diamati sebagai potensi yang bisa digunakan dalam pembelajaran matematika di kelas. Dari potensi budaya yang diamati tersebut kemudian ditentukan topik matematika yang akan digunakan dalam pembelajaran. 

Pada mahakarya candi Borobudur misalnya, kita dapat melihat beberapa aspek dari candi itu yang menunjukkan kemiripan satu sama lain. Hal ini merupakan landasan dari geometrik sebagaimana bentuk jika dipandang dari berbagai sudut terlihat sebagai elemen utama Candi.

Dalam cabang ilmu matematika geometri fraktal, para pengamat terkadang melihat Borobudur sebagai sebuah stupa raksasa, peneliti menemukan geometri fraktal menarik bahwa Candi Borobudur berdimensi 2,3252 yang dibangun sebagai Candi bangunan tunggal dan stupa kecil. 

Cara pembangunannya dipadukan dengan teknik kemiripan dipadukan satu sama lain. Dengan demikian kemunculan konstruksinya seringkali menyerupai fraktal algoritma mix  dengan mega arsitektur kompleksitas yang muncul dari aturan bangunan sederhana bangunan stupa yang memiliki geometrik fraktal.

Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Sri Renani Pantjastuti berharap dengan seminar ini, maka dapat meningkatkan kompetensi siswa melalui gurunya, karena intervensi apapun yang kita lakukan terhadap gurunya tentu akan berpengaruh kepada siswa.

"Dengan seminar ini ini sangat mungkin untuk memunculkan pendekatan-pendekatan pembelajaran matematika yang lebih bervariasi dan menarik. Hal ini tentunya berbeda dengan jaman saya dulu pada saat menerima pelajaran matematika," paparnya pada pembukaan IsMatel 2019 di Grand Dafam Rohan Hotel, Yogyakarta, Selasa (22/10/2019).

"Dengan kekayaan budaya yang ada di seluruh Indonesia dan banyaknya variasi yang ada, diharapkan bisa memperkaya metode pengajaran. sekembalinya dari seminar ini harapannya semua metode tidak hanya berhenti kepada bapak ibu guru saja, tetapi bisa di kembangkan dan di disampaikan kepada seluruh murid yang ada di Indonesia," pungkasnya.(yve)

 


Rabu, 23 Okt 2019, 10:15:08 WIB Oleh : W Asmani 447 View
Tak Ada Teguran, Langsung Tilang
Rabu, 23 Okt 2019, 10:15:08 WIB Oleh : Nanang WH 275 View
Tiga Kasus Curanmor Terungkap Selama Operasi Sikat Candi
Rabu, 23 Okt 2019, 10:15:08 WIB Oleh : Nila Jalasutra 387 View
Ada Lomba Sesorah di HUT Korpri

Tuliskan Komentar