Lustrum XIV SMA Muha Jogja, Haedar Nashir Mengingatkan Pentingnya Protokol Kesehatan
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan semua pihak untuk saling peduli di masa pandemi Covid-19 ini. Salah satunya dengan mencegah dan mengatasi pandemi melalui kepatuhan pada protokol kesehatan Covid-19 seperti memakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan tidak berkerumun.
Upaya ini sangat penting dilakukan karena pandemi ini telah banyak meruntuhkan negara-negara besar dan maju. Negara seperti AS, Prancis, Inggris, Jerman dan Cina yang dalam paradigma politik internasional merupakan negara kuat pun tak berdaya menghadapi virus Corona.
"Selain ikhtiar, kita juga harus mencegah dan mengatasi [pandemi covid-19] ini. Jangan menganggap abai dan sepele [covid-19] karena pada kenyataannya pandemi telah banyak merenggut jiwa, termasuk tenaga kesehatan. Dibawah kuasa Allah melalui virus [corona] yang kecil, hegemoni runtuh. Karenanya kita perlu belajar rendah hati," ungkap Haedar dalam paparannya secara virtual pada peringatan Lustru ke-14 SMA Muhammadiyah 2 (Muha) Yogyakarta, Jumat (2/10/2020).
Selain mematuhi protokol kesehatan, pandemi ini harus disikapi dengan penguasaan teknologi informasi. Sebab meski dalam masa Revolusi Industri 4.0, banyak pihak yang masih gagap dalam menerapkan teknologi.
Padahal di masa pandemi ini, penguasaan teknologi sangat penting. Keterbatasan pergerakan manusia untuk meminimalisir penyebaran virus mengharuskan banyak pihak, termasuk insituti pendidikan menggunakan teknologi.
"Pandemi ini menyadarkan bahwa tidak ada satu pun kekuatan di bumi ini yang melampui segalanya. Pandemi yang terjadi saat ini juga mengajari manusia untuk semakin beradaptasi dengan teknologi yang membantu tetap berjejaring sosial sesama mahluk," ungkapnya.
Sementara Kepala SMA Muha Yogyakarta, Slamet Purwo, mengungkapkan sekolah mengambil kebijakan pembelajaran daring selama masa pandemi. Pembelajaran online dilaksanakan sejak Maret 2020 hingga saat ini dengan menerapkan Learning Management System (LMS) yang dikembangkan sekolah tersebut.
"Pembelajaran dilaksanakan mulai 07.30 hingga 11.45 setiap hari dengan materi pembelajaran daring pada 750 siswa," ujarnya.
Tak hanya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), berbagai program lain juga dilakukan secara daring, termasuk perayaan lustrum kali ini. Selain beragam lomba dan seminar secara virtual, sekolah juga berbagi masker pada masyarakat. Selain itu pemberian penghargaan umroh pada guru dan karyawan terpilih serta meresmikan Grha Ibnu Sina SMA Muha.
"Kami membagikan masker kepada masyarakat di pasar-pasar dan sekitarnya untuk menumbuhkan kesadaran dalam mematuhi protokol kesehatan pada masa pandemi ini," kata Slamet. (*)