Lawan Anemia dengan Bakpia Kelor: Inovasi Pangan Fungsional dari Desa Ngargosari Kulonprogo

Daun kelor (Moringa oleifera) telah lama diakui dunia sebagai superfood karena kandungan zat besi, protein, dan vitaminnya yang sangat tinggi—nutrisi kunci untuk melawan anemia.

Lawan Anemia dengan Bakpia Kelor: Inovasi Pangan Fungsional dari Desa Ngargosari Kulonprogo
Tim pelaksana PKM, mitra sasaran Tim Penggerak PKK kalurahan Ngargosari, dan mitra kegiatan kalurahan Ngargosari foto bersama. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KULONPROGO--Anemia masih menjadi salah satu tantangan kesehatan senyap di masyarakat pedesaan. Namun, sebuah solusi lezat dan bergizi kini lahir dari tangan-tangan kreatif ibu-ibu PKK di Kalurahan Ngargosari, Samigaluh. Daun kelor yang selama ini hanya menjadi sayur biasa, kini telah disulap menjadi pangan fungsional modern seperti stik, bakpia, dan snack bar untuk mencegah anemia.

Inovasi ini merupakan buah dari program pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh tim pengabdian Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Tanaman Ajaib yang Naik Kelas

Daun kelor (Moringa oleifera) telah lama diakui dunia sebagai superfood karena kandungan zat besi, protein, dan vitaminnya yang sangat tinggi—nutrisi kunci untuk melawan anemia. Sayangnya, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Kelor itu tanaman ajaib. Dengan sentuhan teknologi sederhana, kandungan gizinya bisa tetap terjaga sekaligus menambah nilai ekonomi,” ujar Nur’Aini Purnamaningsih, S.Si., M.Sc., Ketua Tim Pengabdian dari Unjaya.

Melalui serangkaian pelatihan, para akademisi ini membekali warga dengan pengetahuan untuk mengolah kelor tanpa merusak kandungan gizinya. Program ini tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga memberikan dukungan nyata.

Dari Edukasi hingga Peralatan Modern

Tim pengabdian menyerahkan sejumlah aset hibah kepada warga, termasuk media edukasi tentang bahaya anemia, alat cek hemoglobin untuk deteksi dini, serta satu set lengkap peralatan produksi modern seperti kompor gas, timbangan digital, dan hand sealer.

“Harapan kami, Ngargosari bisa menjadi contoh desa yang berhasil mengangkat potensi lokal menjadi inovasi pangan sehat,” tambah Nur’Aini.

Program bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat dalam Optimalisasi Diversifikasi Olahan Pangan Fungsional Pencegah Anemia dari Daun Kelor” ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Inisiatif ini membuktikan bahwa solusi untuk masalah kesehatan masyarakat bisa datang dari pekarangan rumah sendiri, jika diolah dengan ilmu pengetahuan dan sentuhan kreativitas. (*)