Kustomfest 2025 “Madchinist” Panggung Terbaik untuk Perajin Mesin
Mesin satu silinder bisa jadi dua silinder, mesin motor bisa jadi mesin mobil.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Suara deru mesin bercampur dentuman musik menggema di Jogja Expo Center (JEC), Jumat (3/10/2025) sore itu. Di antara kepulan asap dan kilau logam, ratusan karya kustom berjejer gagah mulai dari motor bersuspensi rendah hingga mobil dengan desain futuristik. Semua mata tertuju pada satu panggung: pembukaan Kustomfest 2025 bertema Madchinist, ajang kustom kulture terbesar di Indonesia yang kini memasuki tahun ke-14.
Direktur Kustomfest Lulut Wahyudi menyebut tema Madchinist sebagai perayaan atas semangat dan kegilaan para perajin mesin dalam melahirkan karya tanpa batas.
Menurut Lulut, semangat Madchinist tidak hanya tentang memperbaiki mesin, tetapi bagaimana mengubah sesuatu yang biasa menjadi luar biasa. “Mesin satu silinder bisa jadi dua silinder, mesin motor bisa jadi mesin mobil, bahkan mesin mobil bisa diubah jadi mesin pesawat,” katanya penuh semangat.
Tahun ini, Kustomfest menghadirkan para Madchinist dari berbagai daerah di Indonesia dan tamu internasional dari Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei, dan Jepang. Bagi Lulut, Kustomfest bukan sekadar ruang pamer, tapi panggung penghormatan bagi kreativitas ekstrem. “Kita berikan panggung terbaik untuk para Madchinist Indonesia,” katanya.
Decak kagum
Bukan hanya motor dan mobil, Kustomfest 2025 juga menampilkan beragam ekspresi seni: pameran BMX, pedal car, tato, musik, dirt track, hingga air show. Semua berpadu menciptakan suasana yang memancing decak kagum dan menegaskan satu hal bahwa dunia kustom adalah tentang kebebasan berekspresi.
Dalam kesempatan yang sama, KPH Purbodiningrat selaku Penasihat Kustomfest sekaligus Ketua Umum IMI DIY, menyampaikan apresiasinya atas konsistensi ajang ini.
“Kustomfest bukan sekadar pameran otomotif, melainkan sebuah gerakan budaya. Selama 14 tahun perjalanan, ajang ini menjadi ruang bagi teman-teman untuk berkreasi, bereksperimen, dan menjadi jembatan persaudaraan antarpegiat otomotif dari seluruh Indonesia maupun luar negeri,” ujarnya.
Kustomfest telah mengangkat derajat dunia otomotif Indonesia ke level internasional dan menjadi kebanggaan bagi Yogyakarta. “Kustomfest adalah satu-satunya event yang konsisten menampilkan karya kreatif berbasis otomotif. Semoga kreativitas anak bangsa terus berkembang dan menjadi bagian dari kemajuan Indonesia,” katanya.
Memberi inspirasi
Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menilai Kustomfest sejalan dengan semangat kota yang dikenal sebagai pusat budaya dan kreativitas.
“Kustomfest ini memberikan inspirasi tersendiri bagi anak-anak muda Yogyakarta. Saya berharap, kegiatan ini tidak berhenti hanya sebagai ajang eksibisi, tetapi bisa berkembang menjadi creative hub yang melibatkan banyak UMKM dan generasi muda,” ujarnya.
Hasto menyinggung momen istimewa ulang tahun ke-269 Kota Yogyakarta yang jatuh pada 7 Oktober. “Kami senang Kustomfest menjadi bagian dari semarak ulang tahun kota. Pemerintah kota berkomitmen mengisi perayaan dengan kegiatan bermanfaat yang berdampak sosial positif,” katanya.
“Saya yakin, dengan kreativitas yang terus berkembang, Yogyakarta akan menjadi Center of Excellence dan Center of Growth bagi daerah-daerah lain,” tambahnya. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
