Krisis Stok Darah, PMI Kebumen Jemput Bola Pendonor

Pelayanan di luar markas PMI selama bulan Ramadan sore hingga malam hari.

Krisis Stok Darah, PMI Kebumen Jemput Bola Pendonor
Kegiatan donor darah di luar markas Cabang PMI Kebumen. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Cabang Kebumen melakukan jemput bola pendonor ke daerah-daerah. Upaya ini untuk mengatasi krisis stok darah yang terjadi hampir sebulan terakhir ini.

Kepala UTD PMI Kebumen dr Fatmahwati yang dikonfirmasi koranbernas.id, Kamis (5/3/2026), menyatakan benar stok darah di PMI Kebumen dalam sebulan terakhir ini mengalami krisis. Kebutuhan darah untuk keperluan pasien di sejumlah rumah sakit tidak sebanding dengan jumlah darah.

"Februari kebutuhan darah 2.226 kantong, jumlah pendonor baru 1.790 orang," kata Fatmahwati.

Untuk mengatasi krisis darah, lanjut dia, petugas melakukan jemput bola sehingga pelayanan pendonor tidak hanya di markas PMI Kebumen. Pelayanan bagi pendonor ke daerah-daerah untuk lebih mendekatkan pendonor. "Pelayanan di luar markas PMI selama bulan Ramadan sore hingga malam hari," kata Fatmahwati.

Belum berdampak

Darah yang dihimpun PMI Kebumen digunakan sejumlah rumah sakit untuk keperluan transfusi darah penderita thalasemia dan hemodialisis bagi pasien gagal ginjal dengan kadar hemoglobin di bawah ketentuan medis, serta kebutuhan medis lainnya.

Pihak Rumah Sakit dr Soedirman (RSDS) Kebumen yang dikonfirmasi koranbernas.id mengungkapkan, krisis darah di PMI Kebumen belum berdampak pada gangguan pelayanan transfusi darah penderita thalasemia dan gagal ginjal dengan kadar hemoglobin rendah.

“Kami punya bank darah, jika darah dari PMI Kebumen kurang, kami kerja sama dengan UTD PMI Banyumas," ujar petugas di Bidang Pelayanan Medis RSDS Kebumen.

Kepala Dinas Kesehatan Keluarga Berencana Kebumen dr Iwan Danardono Sp Rad menjelaskan, di Kebumen ada 107 anak penderita thalasemia. Mereka sebulan sekali menjalani transfusi darah. (*)