Komitmen SV UGM, Berdampak Nyata bagi Masyarakat dan Industri

Riset terapan dan inovasi menjadi roh pendidikan vokasi. Kami ingin setiap karya memiliki nilai manfaat langsung.

Komitmen SV UGM, Berdampak Nyata bagi Masyarakat dan Industri
Foto bersama seusai Rapat Terbuka Senat sebagai puncak peringatan Dies Natalis ke-16 yang digelar di Ballroom Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC) SV UGM. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menegaskan komitmennya menjadi pelopor pendidikan vokasi yang berdampak nyata bagi masyarakat dan industri. Komitmen itu disampaikan dalam Rapat Terbuka Senat sebagai puncak peringatan Dies Natalis ke-16 yang digelar di Ballroom Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC) SV UGM, Senin (27/10/2025).

Mengusung tema Membangun Program Sarjana, Magister, dan Doktor Terapan yang Berdampak, kegiatan ini menjadi momentum refleksi capaian dan strategi penguatan pendidikan vokasi menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

Dekan Sekolah Vokasi UGM Prof Dr Ing Ir Agus Maryono IPM ASEAN Eng menjelaskan berbagai kemajuan yang diraih sepanjang tahun akademik terakhir. Inilah pentingnya kesinambungan dalam membangun program pendidikan terapan yang menghasilkan lulusan unggul dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Mudah-mudahan acara ini membuat kita terus bergairah ke depan. Karena ini tahun terakhir saya menyampaikan laporan, saya ingin menegaskan komitmen kita membangun program-program terapan yang benar-benar berdampak,” ujar Prof Agus, Senin (27/10/2025).

Berbagai aspek

Menurutnya, ada peningkatan signifikan pada berbagai aspek kelembagaan. Jumlah dosen praktisi meningkat 50 persen dari 125 menjadi 159 orang, sementara 35 persen mahasiswa menjadi penerima beasiswa.

Di bidang penelitian, SV UGM mencatat 245 judul riset sepanjang 2025 dengan berbagai produk unggulan seperti Gama Rain Filter, model 3D dan Virtual Reality (VR), hingga produk pangan terapan seperti melon dan cokelat.  “Riset terapan dan inovasi menjadi roh pendidikan vokasi. Kami ingin setiap karya memiliki nilai manfaat langsung,” katanya.

Peningkatan juga terjadi dalam aspek keuangan dan kerja sama. Pendapatan Training Center naik 64 persen, sedangkan kegiatan kontraktual dan ritel meningkat 83 persen. Saat ini SV UGM memiliki 249 mitra aktif dengan 380 dokumen kerja sama, di mana 75 persen di antaranya berasal dari kalangan industri. Angka itu menunjukkan penguatan sinergi antara kampus dan dunia usaha dalam mendukung pembelajaran berbasis praktik.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Prof Dr Wening Udasmoro SS M Hum DEA mengapresiasi kemajuan Sekolah Vokasi yang dinilainya berhasil melakukan transformasi besar dalam waktu singkat.

Modal sosial

“Saya termasuk saksi tidak bisu terhadap perkembangan SV. Saya masih ingat bagaimana 13 program studi berjuang beralih dari D3 menjadi D4, dan di bawah kepemimpinan Pak Agus, proses tersebut berlangsung cepat dan terarah,” ujarnya.

Kekuatan UGM tidak bertumpu pada aspek finansial, melainkan pada modal sosial berupa dedikasi dosen, mahasiswa, serta semangat kolaborasi antarlembaga. “Itulah yang membuat UGM mampu tumbuh menjadi universitas yang kuat dan relevan,” katanya.

Puncak acara diisi Orasi Ilmiah oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Dr Dwi Purwantoro ST MT bertajuk Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam orasinya, dia menyatakan bahwa pendidikan vokasi merupakan fondasi kemajuan bangsa, karena kemajuan negara bergantung pada kualitas pendidikan dan keterampilan warganya.

Teknologi terapan

Dwi mengapresiasi kontribusi SV UGM sebagai mitra strategis Kementerian PUPR dalam pengembangan teknologi terapan dan pelatihan vokasional di bidang sumber daya air.

“Kementerian Pekerjaan Umum secara aktif turut serta dalam ritme edukatif Sekolah Vokasi UGM. Kemitraan strategis dengan para ahli lingkungan dan integrasi tujuan SDG’s terutama terkait perubahan iklim dan ekosistem daratan menjadi bagian penting dari kolaborasi ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Dr Dwi memaparkan konsep Smart Water Management (SWM) dan Smart Pond System, yang mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau dan mengelola sumber daya air secara otomatis dan real-time. "Inovasi tersebut mendukung penerapan Integrated Water Resources Management (IWRM) di tingkat regional dan nasional," lanjutnya.

Dia mencontohkan penerapan konsep SWM di Embung Bansari dan Embung Sendangtirto, yang berfungsi tidak hanya sebagai infrastruktur konservasi air (zero delta Q), tetapi juga ruang publik, cadangan air darurat serta kawasan penghijauan.

Harmoni alam

“Teknologi tinggi seperti Smart Pond System tidak hanya berfokus pada otomatisasi, tetapi juga pada harmoni dengan alam. Tujuan akhirnya adalah menciptakan sistem pengelolaan air yang cerdas, efisien dan berkelanjutan untuk mendukung Indonesia Emas 2045,” katanya.

Disebutkan, kontribusi ekonomi pembangunan infrastruktur sumber daya air yang dalam satu dekade terakhir telah menghasilkan lebih dari Rp 100 triliun bagi sektor pariwisata melalui peningkatan kunjungan wisata, pendapatan daerah, dan investasi lokal.

Melalui momentum ini, Sekolah Vokasi UGM menegaskan langkahnya menuju lembaga pendidikan vokasi yang berorientasi dampak, berbasis riset terapan, dan sinergi lintas sektor.

Dengan capaian dan inovasi yang telah dibangun, SV UGM berkomitmen untuk terus memperkuat perannya dalam mencetak SDM unggul dan inovatif demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. (*)