Kla Project Bius Penonton Prambanan Jazz Festival 2024 dengan Nostalgia dan Kejutan
Jogja ramainya hari ini luar biasa, ujar Lilo di sela penampilan Kla Project hari kedua.
KORANBERNAS.ID, PRAMBANAN -- Langit Sleman seolah ikut bernyanyi saat Kla Project menggebrak panggung Prambanan Jazz Festival 2024, Sabtu (6/7/2024) malam.
Grup musik legendaris itu tidak hanya membawakan hits-hits klasik mereka, tetapi juga menghadirkan sejumlah kejutan yang membuat penonton terpukau selama satu jam penuh.
Lilo, salah seorang personel Kla Project membuka pertunjukan dengan komentar tentang keramaian Jogja yang luar biasa. Menandakan antusiasme tinggi penonton yang hadir pada festival musik bergengsi ini. "Jogja ramainya hari ini luar biasa," ujar Lilo di sela penampilan Kla Project hari kedua.
Alunan saksofon membuka penampilan mereka, mengantarkan lagu Indonesia Pusaka yang disambut nyanyian vokal oleh penonton. Tanpa jeda, band ini langsung melanjutkan dengan hit legendaris Terpuruk Ku di Sini, nostalgia bagi para penggemar setia.
Cerita menarik
Dalam sesi perbincangan di antara lagu, Lilo membagikan cerita menarik di balik lagu Gerimis. "Mungkin banyak yang belum tahu, lagu judulnya Gerimis itu yang disebut band-nya Klakustik, padahal itu cuma nama albumnya," jelasnya.
Lilo kemudian mengungkapkan, rekaman asli lagu tersebut dilakukan secara live one-take di Gedung Kesenian Jakarta pada 1996 silam, sebuah fakta yang mungkin tidak diketahui banyak orang.
Kejutan datang ketika Lilo mengumumkan bahwa mereka telah merekam ulang album tersebut pada tahun 2023. "Ya 2023 kita rekam ulang. Karena kita masih punya utang sama produser dan kita kehabisan ide," candanya, menambahkan sentuhan humor dengan menyebutkan waktu itu Kla Project terdampak pinjol (pinjaman online).
Katon, personel lainnya, menambahkan proses merekam ulang lagu Gerimis menggunakan aransemen baru. Untuk proyek ini KLa Project berkolaborasi dengan penyanyi muda Jolene Marie yang juga ikut menjadi guest star penampilan mereka di PJF 2024.
Penuh penghayatan
Penampilan berlanjut dengan medley hits Kla Project, termasuk Tak Bisa ke Lain Hati, Yogyakarta dan Tentang Kita. Setiap lagu dibawakan dengan penuh penghayatan, mengingatkan penonton mengapa Kla Project tetap relevan setelah sekian dekade berkarya.
Yang menarik, Kla Project tidak sendiri di atas panggung. Mereka didukung oleh musisi-musisi andal yang telah lama berkolaborasi dengan band tersebut.
Katon memperkenalkan Hari Goro, drummer yang telah bersama mereka selama 20 tahun, Nina Kusuma Dewi sebagai backing vocal, Hendri di bass dan Ari Kurniawan yang memukau dengan permainan saksofon.
Penampilan Kla Project di Prambanan Jazz Festival 2024 bukan hanya sekadar konser tetapi juga perjalanan musikal yang memadukan nostalgia, kreativitas dan kejutan.
Menembus waktu
Dengan latar belakang Candi Prambanan yang megah, malam itu menjadi bukti bahwa musik Kla Project tetap abadi, menembus batas waktu dan generasi.
Prambanan Jazz Festival 2024 telah membuktikan sebagai salah satu festival musik terkemuka di Indonesia, bukan hanya menampilkan musisi lokal papan atas tetapi juga keindahan budaya dan sejarah Indonesia melalui lokasinya yang ikonik. (*)