kisah-tobat-pecandu-narkoba-mati-pun-siapTerapi penyembuhan dari ketergantungan kebiasaan merokok. (w asmani/koranbernas.id)


asmani

Kisah Tobat Pecandu Narkoba, Mati pun Siap

SHARE

KORANBERNAS.ID – Narkoba memang tidak boleh untuk main-main. Setidaknya itulah pengakuan mantan pecandu yang bertobat.

Namanya Barno. Saat membeberkan kesaksian hidupnya  di sela-sela Seminar Kepemudaan yang diadakan Polres Purworejo di Desa Prapag Kidul Kecamatan Pituruh, Minggu (6/10/2019), dia berpesan jangan sekali-sekali mendekati barang haram itu apalagi memakainya.


Baca Lainnya :

"Saya mantan pengguna narkoba yang sudah bertobat," ujarnya di hadapan peserta seminar.

Menurut dia, pemakai narkoba biasanya juga pecandu rokok dan minuman keras (miras).


Baca Lainnya :

Maka penyembuhannya juga dimulai dari ketergantungan tersebut.

Pertama kali Barno melepaskan diri dari kebiasaan merokok.

Begitu berhenti merokok dirinya dengan mudah meninggalkan miras dan narkoba.

Faktor penting lainnya adalah memisahkan diri dari lingkungan yang buruk, segera menjauh dari teman-teman yang berada di dunia hitam itu.

"Dulu saya sales Mayora, setelah saya bertobat, pekerjaan saya sekarang adalah tukang bersih-bersih sebuah masjid," kata Barno.

Keinginannya hijrah di tempat yang baik memang sangat kuat. “Maka saya tinggalkan teman-teman yang buruk,” tambahnya.

Kini Barno berusaha menatap ke depan, tidak lagi menengok ke belakang. Dia juga berharap kematiannya kelak husnul khatimah.

"Sekarang,  saya mati pun sudah siap," beber pria yang sudah khatam Al Quran itu.

Pada kesempatan itu Barno berbagi pengalaman untuk peserta seminar mengenai terapi penyembuhan terhadap ketergantungan rokok.

Sesi foto bersama penyelenggara seminar dengan pemateri. (w asmani/koranbernas.id)

Penyuluh agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Purworejo yang juga sebagai dai Kamtibmas Polres Purworejo, KH Yazid Al Anshori, menyampaikan Kabupaten Purworejo yang terletak di barat Provinsi DIY kondisinya rawan penyalahgunaan narkoba.

Pihaknya sempat menerima tamu dari Badan Narkotika Nasional (BNN) yang berpendapat kabupaten ini perlu didirikan lembaga BNN.

"Kata-kata tersebut mengandung makna, Purworejo sudah rawan narkoba," terangnya.

Menurut Yazid, melihat banyaknya korban penyalahgunaan narkoba di Purworejo maka penyuluhan seperti yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Citanaya Kecamatan Pituruh ini harus terus dilakukan.

Pada seminar tersebut dibahas materi mengenai UU No 35 Tahun 2009, terutama mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dilihat dari sudut pandang agama maupun kesehatan.

Tujuan seminar kali ini agar pemuda Purworejo  khususnya Karang Taruna Prapag Kidul dijauhkan dari narkoba.

Seminar akan ditindaklanjuti dengan rencana aksi, pemuda Prapag Kidul akan mendapatkan pembinaan supaya tidak menganggur.

"Jangan sampai para pemuda menganggur dan melepaskan kegalauannya dengan narkoba," kata Yazid.

Ketua Karang Taruna Citanaya Desa Prapag Kidul, Wahid Fauzi, mengaku prihatin generasi muda sekarang menjadi radikal dan mudah termakan hoak. Sepuluh tahun ke depan mereka memimpin negeri ini.

"Seminar tentang bahaya penyalahgunaan narkoba ini untuk bekal menyiapkan pemimpin bangsa ke depan, yang bebas dari narkoba," paparnya. (sol)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini