Kiai Abdul Basith: Jangan Jadi Manusia Rugi, Isi Waktu dengan Mengaji

Biasanya orang makin kaya malah makin kikir. Ini ujian, apakah kita siap menghadapi perubahan zaman atau tidak. 

Kiai Abdul Basith: Jangan Jadi Manusia Rugi, Isi Waktu dengan Mengaji
Sejumlah kiai dan tamu undangan berkumpul sesaat sebelum pengajian yang berlangsung di Wates Kulonprogo, Sabtu (25/10/2025). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KULONPROGO -- Ratusan Jamaah Muji Rosul (Jamuro) Adikarto menggelar pengajian rutin di Pondok Pesantren Nurul Ummah Dua, Ngestiharjo Wates Kulonprogo, Sabtu (24/10/2025) malam.

Pengajian berlangsung khidmat dengan tausiyah utama disampaikan oleh Kiai Haji Abdul Basith selaku Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Panjatan.

Dalam ceramahnya, Kiai Abdul Basith mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu dan kesehatan untuk beribadah dan mengaji. “Kita diberi waktu dan kesehatan. Kalau kita tidak ikut mengaji, maka kita adalah manusia yang rugi,” ujarnya.

Dia menegaskan, kematian bukan akhir dari kehidupan, sebab roh manusia tetap hidup. “Orang meninggal, rohnya masih hidup. Karena itu, bekal amal menjadi hal yang sangat penting,” ucapnya.

Perjuangan ulama

Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, Kiai Basith mengajak jamaah memaknainya sebagai momentum meneladani perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan.

“Hari Santri jangan sampai membuat kita lupa jasa para pejuang, karena kebanyakan dari mereka adalah santri,” katanya.

Selain itu, Kiai Basith juga mengingatkan agar umat tidak terlena oleh gemerlap dunia modern.

“Kazanah dunia belum tentu cocok untuk kita, tetapi akhirat pasti cocok dengan kita. Sekarang zaman gadget, adab dan tata krama mulai hilang. Biasanya orang makin kaya malah makin kikir. Ini ujian, apakah kita siap menghadapi perubahan zaman atau tidak,” pesannya.

Sejumlah tokoh

Pengajian Jamuro Adikarto juga dihadiri sejumlah tokoh antara lain Ketua DPRD Kulonprogo Aris Syarifuddin, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummah Dua Kiai Aris Syadzili dan Anggota Dewan Pendidikan Kulonprogo.

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pengingat pentingnya menyeimbangkan antara kemajuan dunia dan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. (*)