Kesehatan Sopir dan Kelaikan Angkutan Diperiksa
Armada yang ada dinyatakan laik jalan dipasang stiker.
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten melalui OPD terkait seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan setempat bekerja sama dengan Polres Klaten dan Jasa Raharja mengadakan pemeriksaan terhadap kelaikan seluruh angkutan yang akan diterjunkan dalam arus mudik dan arus balik lebaran 1447 H. Selain itu, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan sopir bus.
Pemeriksaan yang berlangsung di Terminal Tipe A Ir Soekarno Klaten itu dihadiri unsur Forkompimda Klaten, Jasa Raharja, jajaran Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satlantas Polres Klaten dan sekitar 100 sopir.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang meninjau langsung proses pemeriksaan sopir maupun angkutan yang akan digunakan mengangkut pemudik mengatakan dari hasil pemeriksaan armada yang ada dinyatakan laik jalan dan dipasang stiker.
"Setelah dinyatakan laik jalan dipasang stiker," kata Bupati Hamenang Wajar Ismoyo didampingi Kepala Dinas Perhubungan Supriyono di Terminal tipe A Ir Soekarno Klaten, Selasa (10/3/2026).
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo memasang stiker kendaraan yang laik jalan. (masal gurusinga/koranbernas.id)
Terkait pemeriksaan kesehatan sopir, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo menjelaskan ada beberapa yang menjadi sasaran pemeriksaan, mulai dari mata, tensi dan lain sebagainya. "Hasilnya menunggu lab," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan, Dewi, mengatakan sederet kelengkapan angkutan yang diperiksa diantaranya uji kir, alat pemecah kaca dan alat pemadam api ringan (APAR).
Salah seorang sopir angkutan yang ikut menjalani pemeriksaan adalah Sri Kamsu, warga Desa Glagah Kecamatan Jatinom. Menurutnya, trik aman dalam berkendara jarak jauh yakni setelah pegang kemudi selama empat jam harus istirahat.
"Alhamdulillah, kondisi kesehatan saya fit dan siap membawa bus. Yang saya bawa bus pariwisata. Kalau saya, setelah empat jam nyopir istirahat," katanya kepada wartawan di terminal tipe A Ir Soekarno Klaten.
Sedangkan kendala yang dihadapi lapangan, kata dia, arus lalu lintas yang padat dan macet karena banyak pengguna jalan. (*)
Masal Gurusinga
