Kamis, 21 Okt 2021,


kejaksaan-memberi-bantuan-sembako-untuk-anak-autis-dan-lansiaPlt. Kajati DIY dan Kajari Kulonprogo memberikan bantuan sembako. (anung marganto/koranbernas.id)


Anung Marganto
Kejaksaan Memberi Bantuan Sembako untuk Anak Autis dan Lansia

SHARE

KORANBERNAS.ID, KULONPROGO -- Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulonprogo memberikan bantuan sosial (Bansos) ke panti anak autis dan panti lansia di Kabupaten Kulonprogo. Bansos ini untuk meringankan beban pengelola panti yang terdampak pandemi Covid-19 di tengah penerapan PPKM berjenjang.


Bantuan sembako diberikan kepada Panti Anak Autis Bakti Asih Kapanewon Nanggulan dan Panti Lansia Santa Monika di Boro, Kalurahan Banjaroyo, Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo Senin (13/9/2021).


“Bansos merupakan rangkaian peringatan Hari Bhakti Adhyaksa. Sebelumnya juga sudah disalurkan bantuan sembako di beberapa panti asuhan di Yogyakarta, Gunungkidul dan Sleman,” kata Tanti A Manurung, Plt Kajati DIY, didampingi Kajari Kulonprogo, Kristanti Yuni Purnawanti, saat penyerahan bantuan secara simbolis di Panti Anak Autis Bakti Asih, Nanggulan, Senin (13/9/2021)

Kejati DIY maupun Kejari Kabupaten Kulonprogo menilai keberlangsungan panti, baik panti anak autis maupun panti lansia di kabupaten Kulonprogo, harus terus didukung. Salah satunya adalah dengan bantuan sosial.


"Untuk mencukupi kebutuhan panti berasal dari bantuan donatur. Bantuan kepada panti juga kami berikan ke sejumlah wilayah yakni Gunungkidul, Yogyakarta dan Sleman. Bantuan sosial merupakan rangkaian dari Hari Bhakti Adhyaksa. Bantuan sembako di setiap kejaksaan negeri di wilayah DIY juga menyasar warga miskin, penggali kubur, hingga relawan Covid-19," ujar Tanti.

Pengasuh Panti Asuhan Bakti Asih, Hilarius Sudiyo, mengatakan bantuan sosial yang berasal dari Kejati DIY & Kejari Kulonprogo sedikit meringankan beban bagi panti asuhan. Hal ini disebabkan masa pandemi Covid-19 bantuan dari donatur mengalami penurunan yang signifikan. Tidak sedikit anak yang berada di panti asuhan harus dikembalikan ke orang tuanya dikarenakan panti sudah tidak mampu merawatnya.

"Selama pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM berjenjang ini sekarang tinggal lima yang masih diasuh dari 25 anak karena yang lain dikembalikan kepada keluarganya. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi keberlangsungan panti kami di tengah pandemi Covid-19 dan juga penerapan PPKM berjenjang," kata Hilarius. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini