Kebumen Siapkan 4 Masjid Ramah Pemudik, Fasilitasnya Air Minum hingga Area Istirahat

Pemkab Kebumen menyambut para pemudik dengan menyiapkan masjid ramah pemudik. ada 4 masjid yang disiapkan, semua di jalur strategis lintas provinsi

Kebumen Siapkan 4 Masjid Ramah Pemudik, Fasilitasnya Air Minum hingga Area Istirahat
Salah satu masjid yang disiapkan sebagai masjid ramah pemudik di Kebumen. (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN--Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen menyiapkan empat masjid ramah pemudik menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah. Masjid ramah pemudik bertujuan memberi ruang ibadah sekaligus tempat singgah bagi masyarakat yang melintas di jalur mudik di Kabupaten Kebumen.

Empat masjid tersebut berada di jalur strategis lintas provinsi yang menghubungkan Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Fasilitas yang disiapkan meliputi tempat salat, toilet, area parkir, air minum, hingga area istirahat bagi pemudik.

Masjid yang ditunjuk antara lain Masjid Al-Fath Buayan di Jalan Raya Kebumen–Cilacap No 9, Purbowangi, Kecamatan Buayan. Masjid ini menyediakan tempat salat, toilet, parkir, air minum, toko, serta area istirahat. 

Masjid Kauman Sruweng di Jalan Raya Sruweng, Kecamatan Sruweng. Lokasi ini dilengkapi fasilitas toilet, MCK, serta area parkir bagi pemudik, Masjid Ya Hasanah Kebumen di Jalan Lingkar Selatan, Desa Kalirejo, Kecamatan Kebumen. Masjid ini menyediakan tempat salat, toilet, parkir, air minum, toko kecil, serta rest area.

Masjid ramah pemudik keempat Masjid Baiturrohim Prembun di Desa Bogowati, Kecamatan Prembun. Fasilitas utama meliputi toilet, MCK, serta area parkir bagi pemudik.

Penunjukan masjid ramah pemudik dibahas dalam rapat koordinasi di ruang kerja Kepala Kemenag Kebumen, Jumat (6/3/2026). Rakor dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kebumen Anif Solikhin, Kepala Seksi Bimas Islam Makruf Widodo, Kasubbag TU Salim Wazdy, para kepala KUA, serta penyuluh agama Islam dari wilayah masjid yang ditunjuk.

Hasil rakor disepakati keterlibatan Penyuluh Agama Islam sebagai petugas layanan pemudik. Mereka akan membantu memberikan informasi, memandu pemudik, sekaligus menjaga kenyamanan lingkungan masjid. Koordinasi teknis pembagian tugas diserahkan kepada kepala KUA setempat sebagai koordinator wilayah.

Kepala Kemenag Kebumen, Anif Solikhin, menjelaskan langkah ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan keagamaan selama masa mudik.

Kehadiran masjid ramah pemudik sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar agar Kementerian Agama hadir langsung memberikan layanan berdampak bagi masyarakat.

“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah mahdhah. Masjid juga dapat menjadi ruang singgah aman bagi musafir yang menempuh perjalanan jauh,” ujar Anif Solikhin. 

Layanan Dasar

Anif mengimbau pengurus masjid di jalur mudik menyiapkan layanan dasar bagi musafir, antara lain membuka masjid selama 24 jam, menyediakan toilet bersih dan tempat wudhu nyaman, memasang penanda lokasi agar mudah ditemukan, serta menyediakan air minum atau takjil bagi pemudik yang masih menjalankan puasa.

Kebersihan, keamanan, serta ketertiban lingkungan masjid perlu dijaga bersama agar pemudik merasa aman saat singgah.

Makruf Widodo menilai keberadaan masjid ramah pemudik menjadi wujud nyata kepedulian sosial umat Islam. Masjid memiliki fungsi sosial selain fungsi ibadah.

“Masjid dapat menjadi tempat pelayanan umat. Pemudik membutuhkan ruang istirahat, fasilitas wudu, serta suasana tenang sebelum melanjutkan perjalanan,” kata Makruf Widodo. (*)