Kapolres dan Wakil Bupati Panen Raya Jagung di Desa Kalimiru Purworejo

Tahun 2025 Indonesia berhenti impor jagung, bahkan pada 2026 dapat melakukan ekspor.

Kapolres dan Wakil Bupati Panen Raya Jagung di Desa Kalimiru Purworejo
Panen raya jagung di Desa Kalimiru Kecamatan Bayan Purworejo menggunakan mesin pertanian modern. (istimewa) 

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Upaya menjaga stabilitas dan ketahanan pangan di Purworejo menunjukkan hasil nyata. Kepolisian Resor (Polres) Purworejo, Selasa (28/10/2025), sukses melaksanakan panen raya jagung Kuartal III di lahan seluas satu hektar di Desa Kalimiru Kecamatan Bayan.

Kegiatan panen ini merupakan puncak dari program penanaman yang telah dimulai sejak awal Juli 2025, yang melibatkan kolaborasi erat antara Polres Purworejo, Pemerintah Kabupaten Purworejo, Pemerintah Desa dan Kelompok Tani Kalimiru.

Acara dipimpin langsung oleh Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano SIK M Si dan dihadiri lengkap oleh jajaran Forkopimda termasuk Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, Komandan Kodim 0708 Purworejo Letkol Inf Imam Purwoko SE MHI, Kepala Dinas PUPR, Kepala Bulog Purworejo serta Kepala Desa Kalimiru, Agung Yuli Priatmoko.

Sebelum panen jagung jenis Pioner P27 dimulai, kegiatan utama diawali dengan peluncuran operasional mesin combine harvester jagung yang kini dimiliki oleh Desa Kalimiru. Setelah peluncuran, panen dilakukan secara simbolis oleh jajaran Forkopimda Purworejo, kemudian secara massal oleh Kelompok Tani setempat.

Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano dan Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi beserta Forkopimda usai panen raya jagung. (istimewa)

Panen kali ini maksimal berkat kolaborasi yang kuat dan penggunaan teknologi pertanian modern. Proses penanaman dan perawatan didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, serta peralatan modern seperti traktor, alat penyiram pupuk dan obat menggunakan mesin drone, hingga pemanfaatan mesin combine harvester untuk pemanenan.

AKBP Andry Agustiano dalam sambutannya menyatakan pentingnya sinergi ini, sekaligus memberikan catatan terkait hasil panen. "Untuk hasil panen, karena ini musim hujan, kadar airnya masih banyak dan perlu proses pengeringan lagi sebelum dikirimkan ke Gudang Bulog," jelas Kapolres melalui siaran pers.

Dalam sambutannya, Wabup Purworejo Dion Agasi Setyabudi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polres Purworejo atas prakarsa dan pendampingan nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, khususnya di Kabupaten Purworejo.

“Kami berterima kasih kepada Polres Purworejo atas prakarsa dan pendampingan serta dukungan nyata dalam program ketahanan pangan sesuai arahan Bapak Presiden,” ujarnya.

Pakan ternak

Dion menjelaskan hingga tahun 2024 Indonesia masih mengimpor jagung dari luar negeri karena kebutuhan bahan baku industri pakan ternak belum tercukupi. Presiden Prabowo Subianto mentargetkan pada tahun 2025 Indonesia sudah berhenti mengimpor jagung, bahkan pada 2026 dapat melakukan ekspor.

“Ini pekerjaan besar bagi kita semua. Di Purworejo, produksi jagung memang menurun dibanding tahun lalu karena sebagian petani kembali menanam padi. Namun dengan sinergi pemerintah daerah, Polres dan Kodim, target nasional ini dapat kita dukung bersama,” tegasnya.

Sependapat, Agung Yuli Priatmoko mengapresiasi kolaborasi tersebut sebagai kunci keberhasilan. "Pencapaian ini berkat kolaborasi masyarakat, kades se-Bayan, dan Forkopimda Purworejo. Semoga momen ini bisa menjadi sebab perubahan dan kemajuan pertanian di Kabupaten Purworejo," harapnya.

Hasil panen jagung ini direncanakan akan disalurkan langsung ke Bulog untuk memperkuat stok dan menjaga stabilitas pangan daerah. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan warga dalam upaya menjaga ketahanan pangan lokal. (*)