Kanker Tak Lagi Jadi Momok Finansial: Layanan Radioterapi Canggih RS PKU Gamping Kini Gratis bagi Peserta BPJS
Realisasi kemitraan ini memastikan bahwa fasilitas di Gedung Comprehensive Cancer Center (CCC) RS PKU Gamping—yang merupakan pusat rujukan kanker terpadu—kini bisa diakses tanpa beban biaya tambahan bagi pasien BPJS
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA--Sebuah terobosan besar dalam dunia kesehatan inklusif resmi terealisasi di Yogyakarta. RS PKU Muhammadiyah Gamping secara resmi menggandeng BPJS Kesehatan untuk membuka akses layanan radioterapi berteknologi tinggi bagi seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kerja sama ini menjadi jawaban atas kekhawatiran masyarakat terhadap biaya pengobatan kanker yang dikenal sebagai penyakit "katastropik" atau berbiaya tinggi.
Realisasi kemitraan ini memastikan bahwa fasilitas di Gedung Comprehensive Cancer Center (CCC) RS PKU Gamping—yang merupakan pusat rujukan kanker terpadu—kini bisa diakses tanpa beban biaya tambahan bagi pasien BPJS. Hal ini menjadi angin segar mengingat data Globocan menunjukkan angka kematian akibat kanker di Indonesia mencapai lebih dari 242 ribu jiwa pada tahun 2022, di mana hambatan finansial sering kali menjadi penghalang utama kesembuhan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., AAK, mengapresiasi keberanian RS PKU Muhammadiyah Gamping dalam berinvestasi pada teknologi medis mutakhir. “Kesehatan memang bukan segalanya, tapi tanpa kesehatan, segalanya tidak berarti. Melalui kerja sama ini, pengobatan kanker bagi penderita akan makin optimal dan tercover sepenuhnya oleh negara,” tegas Prof. Ghufron.
Selama ini, pasien kanker di wilayah DIY dan sekitarnya sering kali harus menghadapi antrean panjang di rumah sakit rujukan utama untuk mendapatkan tindakan sinar (radiasi). Keterbatasan alat radioterapi nasional kerap membuat waktu tunggu pasien menjadi sangat lama, yang secara medis dapat memperburuk kondisi tumor.
Hadirnya layanan radiasi onkologi di RS PKU Muhammadiyah Gamping yang kini melayani pasien BPJS merupakan langkah strategis dalam pemerataan akses. dr. H. Ahmad Faesol, Sp. Rad., M. Kes, Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Gamping, menjelaskan bahwa komitmen rumah sakit adalah memberikan standar keselamatan pasien internasional tanpa membedakan status sosial.
“Radioterapi adalah modalitas utama penanganan kanker. Kami ingin memastikan pasien JKN tidak perlu menunggu lama atau pergi jauh untuk mendapatkan tatalaksana kanker yang berkualitas,” ujarnya.
Daya tarik utama dari layanan ini adalah penggunaan Linac tipe Halcyon D, mesin radioterapi dengan teknologi tercanggih saat ini. Berbeda dengan alat radiasi konvensional, Halcyon D memiliki keunggulan dalam kecepatan dan akurasi:
· Kecepatan Ekstrem: Mampu memberikan dosis radiasi 4 kali lebih cepat dari Linac biasa, sehingga waktu tindakan per pasien menjadi jauh lebih singkat.
· Presisi Tinggi: Menggunakan sinar X dosis tinggi yang terfokus hanya pada sel kanker, sehingga melindungi jaringan sehat di sekitarnya.
· Minimal Efek Samping: Dengan akurasi yang tinggi, efek samping pasca-radiasi bagi pasien dapat diminimalisir secara signifikan.
Selain itu, RS PKU Gamping juga menghadirkan Canon 4D CT Simulator. Alat ini sangat krusial karena dapat menangkap gambar tumor yang bergerak (seperti pada paru-paru dan hati), sehingga tim medis dapat merencanakan titik radiasi dengan tingkat presisi milimeter.
Kecanggihan alat tersebut didukung penuh oleh SDM yang sangat mumpuni. RS PKU Muhammadiyah Gamping memiliki setidaknya 5 Dokter Spesialis Onkologi Radiasi dan diperkuat oleh konsultan onkologi dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari ahli bedah, penyakit dalam (KHOM), hingga spesialis saraf untuk kasus tumor otak.
Gedung CCC yang diresmikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, pada akhir 2024 lalu ini kini benar-benar bertransformasi menjadi benteng pertahanan bagi para penyintas kanker. Tidak hanya memberikan terapi fisik, gedung ini juga menyediakan dukungan psikososial dan edukasi bagi keluarga pasien.
Dengan terealisasinya kerja sama BPJS ini, RS PKU Muhammadiyah Gamping telah membuktikan bahwa teknologi kedokteran tercanggih di dunia kini bukan lagi milik segelintir orang, melainkan hak seluruh rakyat Indonesia demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan berdaya. (*)
Redaktur
