KAI Bandara YIA Memperkuat Daya Saing Pariwisata DIY

Sepanjang 2025, layanan KAI Bandara YIA mengangkut lebih dari 2,8 juta penumpang.

KAI Bandara YIA Memperkuat Daya Saing Pariwisata DIY
Penumpang antre memasuki KA Bandara YIA. (yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Kereta Api Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) kian menegaskan posisinya sebagai tulang punggung mobilitas antara pusat Kota Yogyakarta dan bandara. Sepanjang 2025, layanan KAI Bandara YIA mengangkut lebih dari 2,8 juta penumpang.

Hal ini menandai meningkatnya kepercayaan masyarakat dan wisatawan terhadap transportasi publik berbasis rel, di tengah pertumbuhan pariwisata DIY yang kembali menggeliat. Konektivitas menjadi kunci.

Perjalanan dari pusat kota menuju bandara yang sebelumnya identik dengan kemacetan dan waktu tempuh tidak pasti, kini berubah menjadi lebih terukur, efisien dan nyaman berkat kehadiran KAI Bandara. PT Railink mencatat, lonjakan penumpang terjadi baik pada layanan komersial maupun layanan bersubsidi.

Layanan KA YIA Xpress mencatat pertumbuhan paling signifikan, melayani sekitar 1 juta penumpang sepanjang 2025, naik 8,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara layanan KA YIA PSO tetap menjadi tulang punggung utama dengan melayani 1,8 juta penumpang.

Cermin perubahan

Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, Rabu (14/1/2026), menilai capaian tersebut tidak hanya soal angka namun juga mencerminkan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih moda transportasi.

“Kereta api bandara kini bukan lagi sekadar alternatif, tapi sudah menjadi pilihan utama masyarakat dan wisatawan untuk menuju bandara. Ini menunjukkan bahwa transportasi publik yang andal, tepat waktu dan nyaman benar-benar dibutuhkan,” ujar Porwanto.

Menurutnya, keberadaan KAI Bandara YIA turut memperkuat daya saing pariwisata Yogyakarta. Wisatawan yang datang dari berbagai daerah kini memiliki akses langsung, cepat dan relatif bebas hambatan dari bandara menuju pusat kota dan kawasan wisata.

Selain mendukung sektor pariwisata, KAI Bandara YIA juga berperan penting menekan beban lalu lintas jalan raya. Setiap perjalanan kereta berarti mengurangi potensi kepadatan kendaraan pribadi dan angkutan darat di koridor YIA-Kota Yogyakarta yang selama ini menjadi salah satu jalur tersibuk, terutama pada musim liburan.

Kualitas layanan

Ayep Hanapi selaku Manager Komunikasi Perusahaan PT Railink menambahkan, PT Railink menyatakan akan terus memperkuat kualitas layanan, keandalan operasional.

"Serta integrasi antarmoda agar KAI Bandara YIA semakin terhubung dengan jaringan transportasi lain seperti Trans Jogja, kereta antarkota dan moda lokal," jelasnya.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan perjalanan, tetapi juga mendukung agenda besar pembangunan transportasi publik berkelanjutan di Yogyakarta sebagai kota wisata, budaya dan pendidikan yang terus tumbuh.

Dengan tren positif ini, KAI Bandara YIA tak lagi sekadar menjadi sarana transportasi. Namun lebih dari itu jadi bagian dari ekosistem mobilitas perkotaan yang membentuk wajah baru perjalanan di Yogyakarta. (*)