Insiden Kutoarjo Bersholawat Berakhir Damai
Mediasi antara Musthafa Najib dan beberapa organisasi difasilitasi oleh Polres Purworejo dipimpin Wakapolres Kompol Nana Sugito.
KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Insiden Kutoarjo Bersholawat di Alun-alun Kutoarjo Kabupaten Purworejo pada 4 Juli silam akhirnya selesai. Permasalahan itu telah selesai. Seperti diketahui, saat itu ulama besar Kabupaten Purworejo KH Zainal Abidin Al Hafidz diturunkan dari panggung Kutoarjo Bersholawat oleh oknum habib Muhammad Najib Ba’abud.
Permasalahan akibat penurunan paksa KH Zainal Abidin oleh oknum Habib, Musthafa Najib (sebelumnya tertulis Muhammad Najib Ba’abud, sekaligus untuk membetulkan kesalahan itu) dari panggung Kutoarjo Bersholawat berakhir damai.
Mediasi antara Musthafa Najib dan beberapa organisasi yang tak terima atas perbuatannya difasilitasi oleh Polres Purworejo dipimpin Wakapolres Kompol Nana Sugito, Sabtu (12/7/2025), di Mapolsek Kutoarjo.
Mediasi tersebut dilakukan tertutup dihadiri H Najib dan H Faoqi Hakim selaku Ketua Perjuangan Wali Songo Indonesia-Laskar Sabilillah (PWI LS) Kabupaten Purworejo didampingi Ketua MUI KH Achmad Hamid AK, Ketua PP Muhammadiyah Pudjiono, Ketua FKUB KH Habib Sholeh serta Wakapolres.
Inisiatif pribadi
Sesuai tuntutan PWI LS, H Musthafa Najib membacakan pernyataan yang sebelumnya telah dia tanda tangani. Koranbernas.id memperoleh salinan surat pernyataan sikap H Musthafa Najib atas penurunan KH Zainal Abidin dari panggung 'Kutoarjo Bersholawat', murni inisiatif pribadinya.
“Surat pernyataan, kepada yang terhormat, Pengurus Persatuan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS), kedua, Laskar Langit, ketiga, Ulama Nusantara dan keempat, Jamaah Roudhotul Musthofa. Saya yang bertanda tangan di bawah ini Nama, Mustafa Najib. Sehubungan dengan permasalahan yang terjadi pada acara Kutoarjo Bersholawat Hari Jumat 4 Juli 2025 di Alun-Alun Kutoarjo yaitu saya telah menurunkan Bapak KH Zainal Abidin Al Hafidz dari panggung, dengan ini saya menyatakan bahwa, pertama, saya telah merasa bersalah atas kejadian tersebut dan murni inisiatif dan keinginan saya pribadi,” kata Najib.
Kedua, lanjutnya, tidak akan mengulangi kembali perbuatan serupa pada setiap kegiatan keagamaan ataupun kegiatan-kegiatan lain yang mendatangkan atau dihadiri oleh masyarakat.
Ketiga, Najib juga menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada PWI LS, Laskar Langit, Ulama Nusantara, Jamaah Roudhotul Musthofa dan masyarakat muslim Indonesia.
Penyesalan
“Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya, sebagai bentuk penyesalan dan tanggung jawab saya secara moral dan apabila saya mengulangi perbuatan tersebut diatas saya bersedia menerima sanksi sesuai hukum yang berlaku,” katanya.
Pernyataan Mustafa Najib disaksikan Ketua MUI Purworejo, Ketua FKUB Purworejo, Ketua Rabithah Alawiyah, Ketua DPD PWI LS Kabupaten Purworejo, Komandan Laskar Sabilillah Purworejo, Ketua Laskar Langit dan Ketua Jamaah Roudhotul Musthofa.
Ketua PWI LS Kabupaten Purworejo, H Oqi, menyampaikan beberapa poin penting. “Sesuai dengan apa yang kami harapkan, kita menginginkan Pak Najib memohon maaf pada PWI LS, Ulama Nusantara dan seluruh umat Islam. Kami bisa menerima,” kata Oqi.
Dia menyampaikan permohonan kepada semua anggota dan masyarakat agar tidak melakukan aksi massa yang telah direncanakan sebelumnya. "Dengan demikian insiden Kutoarjo Bersholawat telah selesai," tandas H Oqi, Senin (14/7/2025). (*)
Wahyu Nur Asmani EW
