Rabu, 19 Jan 2022,


hobi-pertanian-hidroponik-berbuah-rezekiDua perempuan anggota KWT Mentari di Sleman sedang memanen sayuran sistem hidroponik. (istimewa)


Warjono
Hobi Pertanian Hidroponik Berbuah Rezeki

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Dari hobi menjadi ladang rezeki. Kalimat ini rasanya pas untuk menggambarkan kiprah Kelompok Wanita Tani (KWT) Mentari Dusun Karangploso Sleman.


Bagaimana tidak, berkat hobi bercocok tanam di pekarangan rumah, kaum perempuan di dusun ini bisa menambah penghasilan keluarga.

  • Kedatangan Caesar Hito Bikin Peserta Audisi Bertengkar
  • Waspadai, Terorisme Menyasar Kaum Muda

  • “Kita kan sering membuat jamu empon-empon. Dari hidroponik ada bayam Brazil, kita buat peyek dan stik. Setiap mereka buat itu, mereka dapat uang saku dari KWT,” ungkap Rini Laksinto dari KWT Mentari, Rabu (2/12/2021).

    Setiap kali datang mengolah hasil pertanian, kata Rini, 23 anggota KWT Mentari mendapatkan uang saku Rp 50.000. Setidaknya, mereka berproduksi seminggu tiga kali.


    Kan lumayan, seminggu tiga kali datang. Jadi 150 ribu. Itu benar-benar saya rasakan membantu sekali untuk mereka,” kata Rini, yang pada Juli lalu pensiun dari sebuah bank pemerintah.

    KWT Mentari berdiri sejak 28 November 2018. Awalnya hanya menjadi wadah berkumpulnya ibu-ibu di Dusun Karangploso menyalurkan hobi bertanamnya.

    Sejak mendapatkan pelatihan membuat jamu pada Desember 2019, mereka mulai memproduksi jamu empon-empon dari hasil panen tanaman.

    Mereka berinovasi dengan membuat empon-empon instan, dengan slogannya Cara Modern Menikmati Jamu. Produk mereka disambut antusias pasar. Apalagi momentumnya pas. Kala itu Covid-19 mulai menyebar di Tanah Air.

    “Di tengah Covid-19, masyarakat menginginkan sesuatu yang praktis untuk daya tahan tubuh,” katanya.

    Berkat bantuan CSR BRI Peduli, kini KWT Mentari semakin berkembang. Tak hanya tanaman herbal, komunitas ini juga membudidayakan sayuran dan buah dengan sistem hidroponik. Saat ini sudah ada 500 titik tanam.

    Produk yang dihasilkan semakin beragam. Di antaranya permen buah dan sayur, tepung singkong (mocaf) hingga sambal pecel.

    “Kami mendapat bantuan untuk hidroponik dari BRI. Setiap ada pameran atau perkembangan mengenai KWT, kami juga selalu diinfokan,” terang Rini.

    Selain dari sisi produksi, KWT Mentari ingin meningkatkan sistem promosi dan pemasaran.

    “Di sini ada anak-anak muda punya Youtube, laris sekali jualannya. Luar biasa semangatnya. Kalau kita jualan kan harus gimana caranya seperti anak muda,” ucap Rini.

    Ke depan, Rini berharap KWT Mentari bisa memiliki Rumah Strawberry. Yakni perkebunan stroberi sekaligus tempat wisata. “Juga Warung Strawberry. Jadi nanti ibu-ibu bisa jualan apa saja di situ,” ungkapnya. (*)


    TAGS: BRI  Peduli 

    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini