Hanya Bermodal Ingatan Tentang Pasar dan Pantai, Kerinduan Dua Saudara Akhirnya Pupus
Bambang mengirim laporan melalui Aplikasi Dumas Presisi dan e-Lapor Polri, pada 3 Februari 2026. Dia menuliskan kerinduan terhadap saudara sepupu yang tertahan lebih dari satu dekade, keinginan untuk menemukan kembali keluarganya yang terpisah sejak lama
KORANBERNAS.ID, KEBUMEN--Memanfaatkan aplikasi Dumas Presisi Polri, dua orang saudara sepupu yang terpisah jarak 449 KM selama 14 tahun bisa dipertemukan.
Warga Kebumen Sumedi hanya tinggal sebagai ingatan yang samar bagi Bambang, warga Pasuruan, Jawa Timur. Tanpa alamat, tanpa nomor telepon, tanpa kepastian apakah orang yang dicari masih hidup. Bambang hanya mengingat potongan kenangan: sebuah pasar di Kebumen, dengan pantai di sebelah selatannya.
Kenangan disampaikan pada teknologi dan empati manusia. Bambang mengirim laporan melalui Aplikasi Dumas Presisi dan e-Lapor Polri, pada 3 Februari 2026.
Laporan itu diterima admin Polres Kebumen, yang tidak hanya membaca data, tetapi juga menangkap kegelisahan di balik baris-baris pengaduan.
Admin Dumas kemudian memetakan sejumlah pasar di wilayah pesisir Kebumen.
Koordinasi dilakukan dengan jajaran Polsek yang memiliki wilayah pantai. Dari potongan ingatan Bambang, aparat kepolisian menelusuri jejak seorang nama: Sumedi.
Titik terang muncul di wilayah Polsek Puring. Melalui patroli dialogis, Kanit Intelkam Polsek Puring Aiptu Cipto Rudi bersama Bhabinkamtibmas menemukan informasi tentang seorang pria bernama Sumedi di Desa Kebadongan, Kecamatan Klirong. Nama itu perlahan berubah dari sekadar dugaan menjadi kepastian.
Hari Rabu (11/02/2026) Bhabinkamtibmas Polsek Klirong Bripka Ari Kurniawan mendatangi rumah Sumedi. Di hadapan polisi, Sumedi membenarkan dirinya berasal dari Pasuruan. Pensiunan pegawai negeri sipil di Dinas Pendidikan, seorang perantau yang telah membangun hidup baru jauh dari kampung halaman.
Polres Kebumen memfasilitasi proses untuk mempertemukan kembali Bambang dan Sumedi, anggota keluarga yang selama ini hanya saling hadir dalam ingatan.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, pertemuan dua saudara itu merupakan wujud pelayanan publik yang bekerja: cepat, tulus, dan manusiawi.
“Kami berkomitmen merespons setiap laporan masyarakat. Di balik setiap laporan, ada harapan dan perasaan yang harus dihargai,” ujar Putu, Rabu (11/2/2026).
Moto Respons Cepat, Tulus Melayani bagi Polres Kebumen, bukan sekadar semboyan.
Moto itu menjadi tindakan ketika secuil ingatan tentang pasar dan pantai mampu menjadi jembatan bagi kerinduan yang tertahan selama 14 tahun. (*)
Nanang W Hartono
