Gol Salto Iqbal Bakar Semangat PSIM
PSIM tampil disiplin menjaga organisasi permainan, bahkan saat harus bermain dengan 10 pemain.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- PSIM Yogyakarta menunjukkan tren positif pada kompetisi Super League 2026. Laskar Mataram sukses menaklukkan Madura United dengan skor 2-1 dalam laga yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (17/5/2026) malam.
Pertandingan yang kick off pukul 19:00 itu berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal. Didukung ribuan suporter, PSIM tampil percaya diri dengan permainan agresif dan pressing cepat yang membuat Madura United kesulitan mengembangkan pola permainan.
PSIM membuka keunggulan pada menit ke-18 melalui Norberto Ezequiel Vidal setelah memanfaatkan umpan matang dari sisi kiri pertahanan lawan. Tuan rumah kemudian menggandakan skor lewat gol spektakuler Muhammad Iqbal pada menit ke-34.
Gol salto Iqbal langsung membakar semangat. Aksi akrobatik tersebut menjadi momentum penting yang meningkatkan mental bertanding pemain PSIM sekaligus menekan kepercayaan diri tim tamu.
Babak kedua
Memasuki babak kedua, Madura United mencoba bangkit dan memperkecil ketertinggalan lewat gol Junior Brandao pada menit ke-62. Namun hingga pertandingan berakhir, tim tamu gagal menyamakan kedudukan.
PSIM tampil disiplin menjaga organisasi permainan, bahkan saat harus bermain dengan 10 pemain setelah Donny Warmerdam menerima kartu merah pada menit ke-86. Solidnya lini pertahanan membuat tekanan Madura United pada menit-menit akhir tidak membuahkan hasil.
Kemenangan ini membawa PSIM naik ke posisi ke-11 klasemen sementara dengan koleksi 45 poin dari 33 pertandingan. Raihan tersebut menjadi sinyal positif bagi tim promosi asal Yogyakarta yang kini mulai stabil bersaing di papan tengah Super League.
Sebaliknya, Madura United kembali menunjukkan inkonsistensi permainan menjelang akhir musim. Tim tamu terlihat kesulitan membangun serangan efektif dan gagal memanfaatkan dominasi penguasaan bola menjadi peluang matang.
Hasil ini sekaligus mempertegas perkembangan PSIM sebagai tim yang tidak lagi sekadar bertahan di kasta tertinggi, tetapi mulai mampu bersaing secara kompetitif menghadapi klub-klub mapan nasional. (*)
Anung Marganto
