Gen Z Institut Tantang Semua Paslon Pilkada Bantul Adu Gagasan

Kami netral dan kami tantang semua paslon adu gagasan untuk Bantul ke depan.

Gen Z Institut Tantang Semua Paslon Pilkada Bantul Adu Gagasan
Konferensi pers “Gas-Gasan Gagasan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bantul" di Hotel Ros In, Rabu (2/10/2024). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Semua pasangan calon (paslon)  yang akan bertarung dalam Pilkada Bantul 27 November 2024 ditantang untuk adu gagasan oleh Gen Z  Institut. Tiga  pasangan yang akan bertarung adalah nomor urut 1 Untoro Hariadi-Wahyudi Anggoro Hadi, nomor urut 2 Abdul Halim Muslih-Aris Suharyanta dan nomor urut 3 Joko B  Purnomo-Rony Wijaya.

Tantangan tersebut disampaikan perwakilan Gen Z Institut dan Aliansi Mahasiswa untuk Bantul (Amuba) pada konferensi pers Gas-Gasan Gagasan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bantul di Hotel Ros In, Rabu (2/10/2024).

Tiga perwakilan yang menyampaikan pernyataan kepada media adalah Ahmad Tomi Wijaya selaku Koordinator Umum Amuba, kemudian Abdullah Ariansyah sebagai Founder Gen Z Institut dan Indra Dermawan selaku Koordinator Gen Z Bantul.

Selain Gen Z Institut Nasional, Amuba dan Gen Z Bantul hadir pula Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITY, BEM IIQ  An Anur, BEM Akbidyo, BEM Alma Ata, DPM Unjaya, BEM UPY serta IPNU Bantul. "Kami netral dan kami tantang semua paslon adu gagasan untuk Bantul ke depan," kata Tomi.

Lebih fleksibel

Menurut dia, ini bukan acara debat kaku di atas panggung tetapi dirancang lebih fleksibel dengan format yang memungkinkan para kandidat berbicara langsung dengan warga di tempat-tempat yang lebih santai, termasuk di rumah pemenangan mereka.

Ini merupakan peluang besar bagi generasi muda untuk aktif terlibat dalam politik lokal. “Kami berharap debat ini dapat membuka ruang bagi mahasiswa dan pemuda untuk lebih kritis dalam mengawal kebijakan publik yang ada di Bantul,” katanya.

Dia menekankan pentingnya peran mahasiswa memastikan kebijakan yang diambil oleh pemerintah benar-benar berpihak pada rakyat. Diharapkan publik bisa melihat siapa yang benar-benar punya visi dan strategi yang kongkret, bukan hanya bicara di atas panggung.

Dengan format ini, masyarakat diharapkan bisa lebih memahami bagaimana para calon akan menangani tantangan di daerahnya.

Partisipasi

Abdullah Ariansyah menambahkan Gen Z Institut adalah sebuah organisasi yang dibentuk untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam politik.

Tantangan debat publik yang dinamakan Gas-Gasan Gagasan adalah sebuah platform interaktif yang memungkinkan para kandidat menyampaikan solusi kreatif dan inovatif untuk berbagai masalah yang dihadapi masyarakat Bantul.

"Kami ingin para kandidat merasa nyaman mengungkapkan gagasan mereka, baik di acara yang formal maupun suasana yang lebih santai. Inilah yang kami sebut demokrasi yang sesungguhnya, ide-ide besar lahir dari percakapan nyata di tengah masyarakat,” katanya.

Masyarakat bisa ikut diskusi panel dan sesi tanya jawab interaktif, di mana mereka bisa bertanya langsung kepada para calon pemimpin mereka tentang isu-isu krusial seperti pendidikan, ekonomi, dan lingkungan hidup.

Jadi penonton

Gen Z Institut fokus pada pemberdayaan generasi muda. Tujuannya agar anak-anak muda tak hanya menjadi penonton dalam politik tetapi menjadi penggerak perubahan yang nyata.

Dengan berbagai program edukasi politik dan diskusi kebijakan publik, mereka mengajak generasi Z untuk lebih terlibat dalam urusan pemerintahan.

Gen Z Institut mengajak generasi muda khususnya generasi Z ikut serta dalam proses politik. "Generasi Z adalah masa depan Bantul. Kami tidak mau mereka hanya menonton dari jauh. Kami ingin mereka terlibat, kritis dan menjadi bagian dari perubahan yang lebih baik.” lanjutnya.

Gen Z Institut berharap acara ini tidak hanya menjadi ajang debat tapi juga meningkatkan kualitas demokrasi di Bantul. Dengan partisipasi publik yang lebih luas, Abdullah optimistis debat akan menjadi langkah penting menuju demokrasi yang lebih sehat dan terbuka di Bantul. (*)