DPRD Bantul Dukung Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Akses JJLS yang lebar dan mulus akan semakin meningkatkan rasa optimisme kampung nelayan ini mampu berkembang.

DPRD Bantul Dukung Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih
Anggota Komisi B DPRD Bantul, Jumirin. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Rencana pemerintah membangun kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di tepi Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) tepatnya sebelah timur Jembatan Pandansimo Kalurahan Poncosari Kapanewon Srandakan memperoleh dukungan anggota komisi B DPRD Bantul, Jumirin.

Dia berharap dengan dibangunnya kampung nelayan akan mampu meningkatkan geliat ekonomi di kawasan Selatan Bantul baik dari sektor pariwisata dan daya dukungnya seperti kuliner dan pusat oleh-oleh, perikanan, peternakan. Maka akan tercipta multiplier effect yang luar biasa.

"Muaranya tentu saja adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, menekan angka kemiskinan, mampu menyerap tenaga kerja dan juga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bantul," kata Jumirin di kantornya, Jumat (22/8/2025).

Apalagi lokasi kampung nelayan tersebut persis berada di timur jembatan Pandansimo yang merupakan ikon pariwisata baru di Bantul sebagai jembatan terpanjang di DIY mencapai 2.300 meter yang dilengkapi ornamen budaya lokal.

Kunjungan wisatawan

Dukungan akses JJLS yang lebar dan mulus akan semakin meningkatkan rasa optimisme kampung nelayan ini mampu berkembang. Juga adanya bandara YIA di Kulonprogo diharapkan juga menjadi pendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Bantul termasuk kawasan selatan.

Program Kampung Nelayan Merah Putih yang diinisiasi pemerintah pusat ini, lanjut Jumirin, selaras dengan visi Gubernur DIY Sri Sultan HB X untuk mengembangkan potensi wilayah pesisir selatan Yogyakarta sebagai "kekuatan baru" dan pintu gerbang maritim. Sehingga wajah atau arah pengembangan DIY beralih ke selatan menuju Samudera Indonesia.

Sebagaimana dalam pidatonya pada Oktober 2017, Sultan HB X menyatakan Yogyakarta kini "pintunya menghadap ke selatan" yang berarti memprioritaskan pengembangan maritim dan Samudera Indonesia.

Lebih lanjut, Jumirin meyakini dengan adanya kampung nelayan akan mampu meningkatkan produksi tangkapan ikan. Maka sekaligus bisa mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan presiden Prabowo di mana ikan bisa disuplai ke dapur MBG yang saat ini sudah beroperasi di Bantul. Hingga saat ini ada 12 dapur yang telah beroperasi dengan kapasitas 3.000 hingga 4.000 porsi setiap dapurnya.

Dampak positif

"Dengan demikian perputaran ekonomi di masyarakat juga akan meningkat," kata wakil rakyat dari Gerindra Daerah Pemilihan (Dapil) 5 meliputi Kapanewon Sanden, Srandakan, Pajangan dan Pandak tersebut.

Dia sangat mendukung agar program Kampung Nelayan Merah Putih bisa sukses dilaksanakan karena diyakini akan memberikan dampak positif bagi Kabupaten Bantul dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

Seperti diberitakan, pemerintah akan segera membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di wilayah Bantul. Pengoperasian akan diserahkan ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Poncosari. Ditargetkan pembangunan akan dimulai akhir Agustus atau awal bulan depan dan selesai Desember 2025. Anggaran yang dikucurkan Rp 25 miliar melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul. (*)