DKPP Klaten Terjunkan Puluhan Personel Kawal Kelayakan dan Kesehatan Hewan Kurban
DKPP Klaten menerjunkan 56 personel tim teknis untuk memantau ketat kesehatan dan kelayakan hewan kurban menjelang Idul Adha 1447 H guna menjamin kualitas daging yang aman konsumsi
KORANBERNAS.ID, KLATEN--Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H di Kabupaten Klaten dipastikan berjalan dengan pengawasan kesehatan yang super ketat guna menjamin ketenteraman batin masyarakat dalam beribadah. Langkah antisipatif ini dibuktikan secara nyata oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten dengan menerjunkan tim teknis khusus langsung ke berbagai lokasi penyembelihan di seluruh penjuru wilayah.
Sebanyak 56 personel tangguh dari Bidang Peternakan dikerahkan secara masif untuk memantau, memeriksa, dan memastikan bahwa setiap hewan yang dikurbankan benar-benar memenuhi syariat Islam, sekaligus standar higienitas kesehatan masyarakat veteriner.
Penyebaran puluhan personel ini menyasar titik-titik krusial yang menjadi pusat pelaksanaan kurban skala besar, termasuk di antaranya Masjid Raya Klaten dan Masjid Agung Al Aqsha, tanpa mengesampingkan tempat ibadah serta fasilitas penyembelihan lain yang tersebar di wilayah pemukiman warga.
Kepala DKPP Kabupaten Klaten, Iwan Kurniawan, menegaskan bahwa penempatan tim teknis di lapangan telah dipetakan secara matang berdasarkan pembagian zona strategis agar seluruh pengawasan berjalan efektif dan menjangkau kuantitas hewan secara optimal.
Pengawasan ketat yang dilakukan oleh tim ahli di lapangan sejauh ini menunjukkan hasil yang sangat positif, di mana pemeriksaan klinis secara visual terhadap sapi maupun kambing menegaskan kondisi fisik hewan dalam keadaan prima dan sehat.
Tim teknis tidak hanya melihat performa luar satwa kurban, melainkan juga meneliti kondisi feses secara cermat guna mendeteksi potensi gangguan pencernaan, serta memastikan wilayah Klaten sepenuhnya aman dari ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Selain aspek kesehatan medis, kepatuhan terhadap batasan usia minimal hewan kurban—seperti sapi yang diwajibkan telah menginjak usia minimal dua tahun atau ditandai dengan tanggalnya gigi susu—menjadi parameter mutlak yang tidak boleh ditawar sebelum hewan dinyatakan layak disembelih.
Namun, proteksi kesehatan dari DKPP Klaten tidak berhenti pada pemeriksaan luar saja melainkan berlanjut hingga fase pasca-penyembelihan (post-mortem). Iwan Kurniawan menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memeriksa organ dalam hewan secara jeli, terutama bagian hati.
Jika saat proses penyembelihan nanti ditemukan adanya indikasi cacing hati (Fasciola hepatica) atau hal-hal abnormal lainnya yang membahayakan kesehatan, tim teknis akan segera mengamankan organ tersebut agar tidak ikut didistribusikan kepada para penerima daging kurban. Komitmen ini menjadi benteng pertahanan terakhir demi memastikan warga hanya mengonsumsi daging yang benar-benar berkualitas tinggi dan higienis.
Di sisi lain, masyarakat Klaten pun tidak perlu risau mengenai ketersediaan pasokan ternak pada momentum sakral ini karena DKPP mencatat jumlah ketersediaan hewan kurban di wilayah tersebut berada pada posisi yang sangat aman dan melimpah.
Berdasarkan data pemetaan terbaru, Klaten memiliki stok yang sangat mencukupi kebutuhan pasar dengan rincian pasokan mencapai 14.375 ekor sapi, didukung oleh ketersediaan 10.325 ekor kambing, serta tak kurang dari 9.745 ekor domba berkualitas tinggi yang siap memfasilitasi niat ibadah para mudhohi. (*)
Masal Gurusinga
