Rabu, 27 Okt 2021,


dilarang-mudik-arus-lalu-lintas-di-ruas-tol-salatiga-bawen-lengangArus lalu lintas di ruas tol Salatiga-Bawen pada H-2 lebaran, Selasa (11/5/2021) begitu lengang. Hanya ada beberapa kendaraan saja yang melintas ruas tol itu. (masal gurusinga/koranbernas.id)


Masal Gurusinga
Dilarang Mudik, Arus Lalu Lintas di Ruas Tol Salatiga Bawen Lengang

SHARE

KORANBERNAS.ID, SALATIGA -- Arus lalu lintas di ruas tol Salatiga-Bawen pada H-2 lebaran atau Selasa (11/5/2021) tampak sepi. Kondisi ini erat kaitannya dengan larangan mudik sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.


Sepinya arus lalu lintas tidak hanya dari arah Barat (Jakarta dan sekitarnya), tapi juga dari arah Timur (Solo dan Surabaya). Kendaraan yang melintas didominasi kendaraan pribadi. Bis antar kota antar provinsi (AKAP) praktis tidak ada yang melintas.


Pantauan dari jembatan penyeberangan tol Dusun Daren, Desa Pabelan, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Selasa (11/5/2021) petang, menunjukkan hanya beberapa kendaraan bermotor saja yang melintas di tol tersebut.

Kondisi itu jauh berbeda saat sebelum pandemi Covid-19. Ketika mendekati hari raya, para pemudik berbondong-bondong pulang ke kampung halaman menggunakan mobil pribadi dan angkutan umum. Akibatnya kemacetan di jalan tol pun tak bisa dihindari.


Sejak pemerintah mengoperasikan jalan tol tersebut empat tahun lalu, jembatan penyeberangan tol itu sering dijadikan tempat kumpul-kumpul warga. Tidak hanya warga Dusun Daren, Desa Pabelan yang begitu dekat jaraknya, tapi juga dari berbagai desa dan kelurahan di wilayah Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang.

Bahkan pada saat bulan puasa, mereka ngabuburit di sana sambil menunggu buka puasa tiba.

"Nongkrong-nongkrong di sini pak. Sambil nunggu buka puasa. Kami dari Blotongan dan Kemiri saja pak," kata beberapa warga kepada koranbernas.id.

Mereka yang nongkrong-nongkrong di jembatan penyeberangan tol tersebut ada yang berstatus mahasiswa dan kos di Kampung Kemiri, tepatnya sebelah Timur Kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), dan ada juga warga Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini