Dari Manual ke Cerdas: Syntech Paparkan Masa Depan Proses Klaim Asuransi di Forum PERUJI 2025

Syntech menegaskan bahwa era proses underwriting dan klaim yang manual, lambat, dan rumit akan segera berakhir, digantikan oleh sistem cerdas yang ditenagai oleh Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI)

Dari Manual ke Cerdas: Syntech Paparkan Masa Depan Proses Klaim Asuransi di Forum PERUJI 2025
Terence Martin (Syntech) bersama dr. Hendrikus Dharmawan (Equity Life) dan dr. Dian Indriasari (NasionalRe) di Forum PERUJI 2025, Semarang. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SEMARANG--Industri asuransi jiwa Indonesia tengah berada di persimpangan jalan, dihadapkan pada tuntutan efisiensi, transparansi, dan pelayanan yang berpusat pada pelanggan. Menjawab tantangan ini, Syntech, unit bisnis dari RDS Group, tampil sebagai pembawa visi masa depan dalam forum Indonesia Underwriting Summit (IUS) 2025 yang digelar oleh Perkumpulan Underwriter Jiwa Indonesia (PERUJI) di Semarang, beberapa pekan lalu.

Dalam forum bergengsi tersebut, Syntech menegaskan bahwa era proses underwriting dan klaim yang manual, lambat, dan rumit akan segera berakhir, digantikan oleh sistem cerdas yang ditenagai oleh Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI).

AI: Pengubah Permainan, Bukan Sekadar Alat

Melalui presentasi bertajuk “From Manual to Intelligent: The Future of Claims Processing,” Managing Director Syntech, Terence Martin, memaparkan bagaimana teknologi AI dapat merevolusi dua pilar utama industri asuransi.

Artificial Intelligence tidak lagi sekadar alat pendukung, tetapi pengubah permainan. Dengan memadukan inovasi digital dan pendekatan customer centricity, Syntech berkomitmen menghadirkan layanan underwriting dan klaim yang lebih cepat, akurat, dan transparan,” ujar Terence Martin.

Menurutnya, adopsi AI dapat secara signifikan meningkatkan akurasi dalam penilaian risiko (underwriting) dan mempercepat proses verifikasi hingga pengambilan keputusan klaim.

Manfaat Nyata di Era Digital

Syntech menguraikan beberapa manfaat praktis dari penerapan AI dalam operasional asuransi, di antaranya:

·         Peningkatan Efisiensi: Mengotomatisasi tugas-tugas administratif yang berulang, sehingga meminimalkan potensi human error.

·         Deteksi Penipuan: Mengidentifikasi pola-pola mencurigakan untuk mendeteksi potensi penipuan dan penyalahgunaan secara lebih efektif.

·         Transparansi Keputusan: Memberikan dasar pengambilan keputusan klaim yang lebih objektif dan berbasis data.

·         Layanan Personal: Memungkinkan perusahaan asuransi untuk memberikan layanan yang lebih proaktif dan personal kepada nasabah.

Membangun Ekosistem Asuransi Modern

Kehadiran Syntech dalam forum yang mengangkat tema “Digital Power, Customer First” ini disambut positif oleh para pelaku industri. Diskusi panel yang turut menghadirkan dr. Hendrikus Dharmawan (Equity Life) dan dr. Dian Indriasari (NasionalRe) menjadi bukti adanya kebutuhan mendesak akan kolaborasi.

Partisipasi Syntech di PERUJI 2025 menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisinya sebagai mitra teknologi utama bagi industri asuransi jiwa di Indonesia. Melalui forum ini, Syntech tidak hanya memperkenalkan inovasi, tetapi juga membuka pintu kolaborasi yang lebih luas untuk bersama-sama membangun ekosistem asuransi yang modern, efisien, dan terpercaya. (*)