Bupati Bantul Tegaskan Satgas PPA Berperan Penting
Membentuk karakter anak menghadapi Indonesia Emas 2045.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Keluarga Besar Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bantul menggelar syawalan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Trirenggo, Rabu (1/4/2026).
Acara ini sekaligus silaturahmi dengan Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bantul, Ninik Istitarini MPH, yang memasuki purnatugas mulai 1 April 2026.
Tampak hadir Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Ketua TP PKK Bantul yang juga Bunda PAUD, Emi Masruroh Halim, Sekda Agus Budi Raharjo dan pejabat terkait, Ketua Satgas PPA Bantul, M Zainul Zain dan para anggota.
Dalam kesempatan ini bupati menegaskan Satgas PPA berperan sangat penting dalam rangka membentuk karakter anak menghadapi Indonesia Emas 2045. "Apalagi sekarang kita dihadapkan banyak tantangan terkait dengan tumbuh kembang anak-anak," kata bupati.
Pelaku kekerasan
Di antaranya ada anak yang sudah terpapar radikalisme, ada yang terjerat judi ataupun pinjaman online, terlibat aksi tawuran, menjadi pelaku atau korban perundungan, pelaku atau korban kekerasan.
"Pemerintah Kabupaten Bantul terus berupaya memperjuangkan Kabupaten Bantul ramah perempuan dan anak. Juga mewujudkan kesempatan bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang secara baik, sehingga mencapai cita-citanya. Di sinilah peran Satgas PPA itu sangat penting untuk bersama pemerintah daerah mewujudkan hal tersebut," kata bupati.
Di antaranya, Satgas PPA melakukan kegiatan sosialisasi hingga tingkat padukuhan dan juga di sekolah-sekolah untuk membangun kesadaran dan kepedulian terhadap hak-hak anak dan juga perempuan di wilayah tersebut.
Selain itu, juga melakukan pendampingan serta penjangkauan bagi korban anak dan perempuan untuk bisa mengakses layanan yang dibutuhkan.
Beberapa permasalahan
"Kita ini memiliki Satgas PPA yang bergerak di masing-masing kalurahan. Tentu kita berharap menjadi orang-orang yang bermanfaat dalam menyiapkan generasi muda dan bermanfaat," pintanya.
Muhammad Zainul Zain menambahkan pihaknya terus berupaya menguatkan pengabdian kepada masyarakat. Sebab, pihaknya juga sudah mendengar beberapa permasalahan tentang perempuan dan anak.
"Saat ini memang permasalahan perempuan dan anak masih tinggi di Kabupaten Bantul. Kita berpikir tingginya kasus yang dilaporkan karena tumbuhnya kesadaran sehingga perempuan mengetahui hak-haknya dan kemana harus mengadu saat ada KDRT atau kekerasan yang mereka terima. Begitu pun untuk anak atau keluarga mereka," kata Zainul.
Belum lagi kasus kekerasan yang terjadi di kalangan remaja atau anak muda juga patut menjadi perhatian bagi Satgas PPA. "Kondisi yang ada menjadi memacu Satgas PPA dengan jumlah anggota 110 personel terus bergerak guna mengantisipasi kasus-kasus yang ada,"katanya. (*)
Sariyati Wijaya
